Amal Jariah
Image by: muslimsold.blogspot.co.id7

Waktuku.com3 Amalan Manusia yang Pahalanya Tidak Terputus Walaupun Maut Menjemput, Dari Abu Hurairah ra berkata Rasulullah SAW bersabda:

(Baca juga – Memaknai Hidup Menurut Islam)

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka pahala dari amalannya telah terputus. Kecuali ada tiga perkara yang menyebabkan pahalanya terus diperoleh. Pertama, sedekah jariyah; kedua, ilmu yang bermanfaat; ketiga, anak shalih yang mendoakan orang tuanya setelah orang tuanya meninggal dunia.” (HR. Muslim; Misykat; Abu Dawud; Nasai`, dan lain-lain).

Sungguh besar karunia dan kebaikan Allah SWT terhadap kita sebagai manusia. Setelah ajal menjemput, kita sebagai manusia tidak mempunyai kemampuan apapun untuk mengerjakan amal shalih, namun kita masih dapat memperoleh pahala dengan tiga hal yang disabdakan Nabi SAW.

Pertama, sedekah jariyah, yaitu sedekah dari seseorang yang manfaat dari sedekah itu masih terus berlangsung. Misalnya masjid yang dibangun, selama masih ada orang yang shalat di dalamnya, maka pahalanya akan terus mengalir kepadanya. Demikian juga bila seseorang membangun fasilitas umum, baik berupa rumah sakit, rumah singgah, panti asuhan, dan segala bentuk sedekah dan wakaf lainnya, maka selama banyak orang yang memanfaatkannya, maka selama itu pula pahalanya terus mengalir walaupun ia telah meninggal dunia.

Amalan tersebut tidak harus dikerjakan seorang diri, namun dapat juga dilakukan bersama-sama.

Kedua, ilmu agama yang faedahnya terus didapat. Misalnya, dengan mewakafkan kitab atau Al-Quran untuk sebuah madrasah, maka selama kitab dan Al-Quran tersebut masih digunakan, maka pemberi wakaf itu akan tetap menerima pahala terus menerus. Begitu juga dengan orang yang mengajarkan Al-Quran dan ilmu agama, maka selama murid yang telah diajarkan, terus mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir kepada orang yang pertama mengajarkannya.

Begitu juga dengan orang yang membiayai pendidikan orang yang tengah mempelajari Al-Quran dan ilmu agama, maka ia pun akan tetap mendapatkan pahala setelah ia meninggal, selama orang yang dibiayainya terus mengamalkan ilmunya.

Ketiga, anak shalih yang mendoakan orang tuanya yang telah meninggal. Menjadikan anak-anak shalih adalah sedekah jariyah, karena selama anak baik itu mengerjakan amalan baik dan terus mendoakan orang tuanya, maka pahalanya secara otomatis akan terus ia dapatkan, seperti dikutip dari Fadhilah Sedekah, hal. 113-115.