4 Kisah Nabi Zakaria Lengkap Penuh Teladan dan Inspirasi

Kisah Nabi Zakaria
image by: kuliahislam.com

Waktuku.com – Kisah Nabi Zakaria merupakan salah satu kisah nabi di dalam Al-Quran yang penuh teladan. Meskipun terjadi di masa lampau, Anda tetap bisa mengambil banyak pelajaran hidup dari kisah beliau untuk dijadikan inspirasi dalam menjalani kehidupan di masa sekarang.

Bagaimana kisah Nabi Zakaria lengkap? Artikel ini akan memberikan gambaran alur perjalanan Nabi Zakaria semasa hidupnya. Pastikan untuk membaca artikel ini hingga akhir agar Anda mendapatkan informasi lebih lengkap dan penuh inspirasi!

Asal Usul Nabi Zakaria

Nabi Zakaria merupakan seorang tukang kayu yang berasal dari kaum Bani Israil. Beliau merupakan keturunan dari Nabi Sulaiman. Sementara istrinya bernama Ilyasya binti Faqud bin Qabil yang berasa dari keluarga Nabi Harun.

Setelah perjuangan panjang yang harus dilalui, Nabi Zakaria dan istrinya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Nabi Yahya.

Selain itu, beliau juga merupakan wali dari Maryam, ibunda Nabi Isa. Ia merawat, menjaga, dan mengasuh Maryam dengan penuh kasih sayang.

Nabi Zakaria lahir dan hidup di Palestina pada tahun 91 SM. Beliau diangkat menjadi Nabi utusan Allah SWT ketika berusia 90 tahun saat beliau sudah mulai memasuki usia senja. Di dalam Al-Quran perjalanan hidup Nabi Zakaria dikisahkan sebanyak 8 kali.

Kumpulan Kisah Nabi Zakaria

Kehidupan Nabi Zakaria memang penuh dengan teladan dan pembelajaran hidup. Selain kisah perjalanan dakwahnya yang tidak mudah, kisah ketika Nabi Zakaria dan istrinya memperoleh keturunan juga penuh dengan perjuangan.

Berikut ini beberapa kisah perjalanan hidup seorang Nabi Zakaria yang penuh inspirasi, yaitu:

1. Kisah Nabi Zakaria Ketika Merawat Maryam

Nabi Zakaria
image by: sakolaku.com

Nabi Zakaria dan istrinya merawat Maryam sejak ayah Maryam bernama Imran meminta bantuannya. Istri Imran sendiri sebenarnya merupakan saudara ipar dari Nabi Zakaria.

Meskipun bukan anak kandungnya sendiri, Nabi Zakaria dan istrinya merawat Maryam dengan sangat baik.

Nabi Zakaria yang saat itu belum memiliki keturunan bahkan merawat Maryam seperti anak kandungnya sendiri.

Ia bahkan membuatkan Maryam tempat ibadah khusus untuknya bernama Mihrab. Lokasinya berada di Baitul Maqdis.

2. Kisah Teladan Nabi Zakaria dalam Memperoleh Keturunan

doa nabi zakaria
image by: https://i.ytimg.com/vi/DGHKWcLleos/maxresdefault.jpg

Pada suatu masa ketika Nabi Zakaria dan istrinya sudah lanjut usia, keduanya belum juga dikaruniai seorang anak atau keturunan.

Ia bersama istrinya terus berdoa dan beribadah agar bisa mendapatkan keturunan agar kelak bisa meneruskan dakwahnya.

Suatu ketika Nabi Zakaria datang ke tempat Maryam dan merasa heran ketika melihat makanan. Beliau pun bertanya kepada Maryam tentang asal makanan tersebut. Maryam pun lantas menjawab bahwa makanan itu merupakan rezeki dari Allah SWT kepadanya.

Maryam juga menjelaskan bahwa ia sangat percaya bahwa Allah merupakan Maha Pemberi Rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Peristiwa tersebut akhirnya membuat Nabi Zakaria merasa lebih yakin bahwa ketika ia terus berdoa, maka Allah akan mengabulkan doanya.

Berikut ini beberapa doa yang dipanjatkan Nabi Zakaria agar segera memperoleh keturunan, yaitu:

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Q.S. Ali-Imran ayat 38).

‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engka u, ya Tuhanku.

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeningalku, sedang istriku adalah seseorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akmi mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridahi. ” (QS. Maryam: 2-6).

Di dalam kisah Nabi Zakaria, doa-doa beliau pun akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Berapa usia Nabi Zakaria ketika mendapatkan anak? Nabi Zakaria dan istrinya mendapatkan anak ketika mereka berdua berusia lanjut. Di dalam Al-Quran, usia pastinya memang tidak disebutkan.

Kabar gembira bahwa Nabi Zakaria akan memperoleh seorang keturunan disampaikan oleh seorang malaikat yang mengunjunginya.

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. Maryam: 7)

Mendengar hal tersebut, beliau merasa sangat terguncang dan kaget. Beliau merasa heran karena ia dan istrinya sudah sangat tua untuk memperoleh keturunan.

Tuhan berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.” (QS. Maryam; 9).
Setelah itu, Nabi Zakaria meminta suatu tanda yang nyata. Allah pun memberikannya tanda berupa Nabi Zakaria tidak akan bisa berbicara selama tiga hari lamanya kepada manusia.

Tanda tersebut pun menjadi kenyataan sebagai bukti bahwa beliau dan istrinya akan segera memperoleh keturunan. Setelah itu, Nabi Zakaria dan istrinya tidak pernah henti mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, Nabi Zakaria dan istrinya memperoleh keturunan anak laki-laki yang bernama Yahya. Kelak ia akan menjadi seorang nabi yang penuh dengan keistimewaan dan kepribadian yang bijak.

3. Kisah Nabi Zakaria dalam Melakukan Dakwah

Sebagai seorang Nabi utusan Allah, Nabi Zakaria memiliki tugas untuk melakukan dakwah terhadap kaumnya yaitu Bani Israil yang ada di Palestina.

Ia menyerukan agar kaum Bani Israil segera bertobat dari dosa-dosa dan kembali menyembah hanya kepada Allah SWT.

Pusat tempat dakwah Nabi Zakaria adalah Bait-al Maqdis. Beliau melakukan dakwahnya dengan penuh kelemahlembutan.

Perjalanan dakwah yang ditempuh Nabi Zakaria tentu saja tidak mudah. Banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi dengan sabar ketika melakukan dakwah.

Meskipun demikian, Nabi Zakaria tetap berusaha keras agar pada kaum Bani Israil segera sadar akan dosa-dosanya dan kembali ke jalan kebenaran yakni kembali menyembah Allah SWT. Di dalam perjalanan dakwah yang dilakukan, terdapat beberapa mukjizat Nabi Zakaria, yaitu:

– Nabi Zakaria bersama dengan istrinya menjaga dan mengurus Baitul Maqdis yang merupakan tempat peninggalan Nabi Sulaiman. Tempat ini juga merupakan tempat utama beliau ketika melakukan dakwah.

– Nabi Zakaria memperoleh keturunan meskipun usia beliau dan istrinya sudah sangat tua. Istrinya bahkan merupakan wanita tua yang mandul.

– Nabi Zakaria dapat masuk dan bersembunyi di dalam pepohonan saat dikejar serta akan dibunuh oleh orang-orang yang membencinya.

Selain beberapa mukjizat tersebut, Nabi Zakaria juga melakukan banyak kebaikan kepada orang-orang di sekitarnya.

Tidak heran jika Nabi Zakaria memiliki banyak pengikut dan sahabat yang setia membantu bersamanya ketika beliau sedang berdakwah.

4. Kisah Akhir Hayat Nabi Zakaria

Kisah Akhir Hayat Nabi Zakaria
image by: okezone

Nabi Yahya, anak dari Nabi Zakaria menentang penguasa zalim bernama Raja Herodus yang ingin menikahi anak perempuan tirinya.

Akibatnya, Nabi Yahya diburu, ditangkap, dan dipenjara. Setelah itu, Nabi Yahya pun akhirnya dibunuh.

Kabar kematian Nabi Yahya membuat Nabi Zakaria sedih dan berlari menuju kebun di Baitul Maqdis.

Di dalam perjalanan tersebut, Nabi Zakaria diikuti oleh para pembunuh yang akhirnya berhasil membunuh Nabi Zakaria.

Pelajaran Hidup dan Teladan dari Kisah Nabi Zakaria

Kisah Teladan Nabi Zakaria
image by: dailysia.com

Teladan apa yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Zakaria? Banyak sekali teladan dan pelajaran hidup yang dapat diambil dari perjalanan hidup Nabi Zakaria.

Berikut ini beberapa pelajaran hidup yang dapat menjadi teladan dan inspirasi untuk Anda, yaitu:

– Tidak semua keinginan dan doa langsung dikabulkan begitu saja. Butuh kesabaran dan ketekunan dalam doa agar doa tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

– Segala sesuatu yang dianggap tidak mungkin terjadi oleh manusia, kenyataannya dapat dengan mudah terjadi atas kehendak Allah SWT.

– Tidak mengeluh dengan cobaan berat yang diberikan oleh Allah SWT.

– Terus berusaha dan tidak pernah putus asa dalam menunggu rahmat dari Allah SWT.
Berdoa dengan sungguh-sungguh dan tulus hati.

Kisah Nabi Zakaria dalam menjalani kehidupan dakwah, merawat Maryam, perjuangan mendapatkan keturunan, hingga akhir hidupnya memiliki banyak makna berharga.

Sudah selayaknya Anda menjadikan Nabi Zakaria sebagai salah satu sosok penuh inspirasi dalam kehidupan.