3 Kisah Nabi Syuaib Berdakwah Untuk Kaum Madyan dan Ancaman

Kisah Nabi Syuaib
image by: channel-e.id

Waktuku.com – Kisah Nabi Syuaib yang akan dijelaskan secara lengkap pada kesempatan ini. Nabi Syuaib AS merupakan nabi ke-14 dari 25 nabi dan rasul yang wajib diimani oleh umat muslim.

Penasaran seperti apa kisah selengkapnya? Simak penjelasan di bawah ini dari awal sampai akhir supaya bisa memahami seluruh kisahnya.

Mengenal Kisah Nabi Syuaib AS

Mengenal Nabi Syuaib AS
image by: kisahsejarah.id

Nabi Syuaib berasal dari bangsa Arab. Sama seperti 3 nabi lainnya, antara lain Nabi Shaleh AS, Nabi Hud AS, dan Nabi Muhammad SAW. Nabi Syuaib mendapatkan gelar “juru pidato” karena kemampuannya dalam berdakwah.

Tahun 1600 SM diperkirakan sebagai tahun lahirnya Nabi Syuaib AS. Beliau dilahirkan sebagai keturunan asli kaum Madyan.

Kaum ini dikenal akan perilaku dan sifat yang mulia. Nabi Syuaib AS merupakan salah satu keturunan dari bapak para nabi, yaitu Nabi Ibrahim AS.

Secara harfiah, kata Syuaib memiliki makna memberikan petunjuk menuju jalan kebenaran.

Cerminan dari nama tersebut sudah terlihat sejak Nabi Syuaib masih kanak-kanak. Beliau selalu menjaga diri dan hatinya dari perbuatan yang buruk serta sia-sia.

Nabi berjuluk juru pidato ini memiliki paras yang tampan, sangat ramah kepada siapa saja, serta gemar bersedekah kepada orang-orang yang kurang mampu.

Sifat terpuji lainnya dari Nabi Syuaib adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu mengingat kebesaran-Nya.

Beliau juga selalu mengingat serta menjalankan perintah Allah, senantiasa berdzikir kepada-Nya, dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu setiap harinya.

Apa Itu Kaum Madyan?

Apa Itu Kaum Madyan
image by: ebookanak.com

Dalam kisah Nabi Syuaib akan banyak disebutkan tentang Kaum Madyan. Kaum Madyan merupakan bangsa Arab yang menduduki wilayah pinggiran Negeri Syam.

Negeri Syam kini lebih dikenal dengan Nama Suriah. Tempat tersebut berdekatan dengan Danau Luth dan berbatasan langsung dengan Hijaz.

Allah melimpahkan rahmat bagi wilayah tersebut melalui tanah yang subur dan mudah ditanami apa saja.

Itulah mengapa kaum Madyan dikenal dengan kehidupan bercocok tanam dan berdagang. Namun kondisi ini justru membuat kaum Madyan terlena.

Mereka semua lupa bahwa rizki yang melimpah tersebut berasal dari Allah. Kaum Madyan pun tidak bersyukur atas kenikmatan yang dimilikinya. Alih-alih menyembah Allah, sebagian besar dari mereka justru menyembah pohon-pohon.

Kaum Madyan sangat jauh dari ajaran Allah yang disampaikan melalui Nabi Ibrahim. Berbuat zalim dan curang sudah menjadi hal sehari-hari bagi mereka.

Contoh perbuatan yang dilakukan adalah menipu, mengurangi timbangan, dan tidak jujur saat dagang. Kekayaan menjadi hal terpenting bagi mereka.

Perbuatan ini semakin memperkaya orang-orang Madyan yang sudah kaya. Sedangkan petani dan kaum yang miskin menjadi lebih menderita.

Oleh karena itu, Allah SWT mengurus Nabi Syuaib AS kepada kaum Madyan. Hal ini tertulis pada Al Quran Surat Al A’raf ayat 85, berikut ayat selengkapnya.

وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًاۗ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ فَاَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ

Artinya:
Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syuaib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.”

Kisah Nabi Syuaib Berdakwah bagi Kaum Madyan

Berikut adalah beberapa kisah Nabi Syuaib yang diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada Kaum Madyan.

1. Nabi Syuaib Mengajak Kaum Madyan Berbuat Baik

Nabi Syuaib Mengajak Kaum Madyan Berbuat Baik
image by: initu.id

Setelah diutus dan mendapatkan wahyu dari Allah SWT, Nabi Syuaib mengajak kamu Madyan untuk meninggalkan semua perbuatan buruk.

Pasalnya, perbuatan buruk tersebut akan merugikan orang lain serta akan menguntungkan diri sendiri.

Nabi Syuaib juga mengajak kaum Madyan untuk menyembah Allah SWT serta meninggalkan kebiasaan mereka menyembah pohon.

Nabi Syuaib mengajak kaum Madyan untuk meyakini bahwa semua hal yang ada di bumi diciptakan oleh Allah.

Kaum Madyan pun diajak untuk menjalankan shalat sebagai wujud penyembahan terhadap Allah SWT. Dalam Al Quran Surat Hud Ayat 87 dijelaskan tentang perintah Allah kepada Nabi Syuaib tersebut. Berikut detailnya.

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ اَصَلٰوتُكَ تَأْمُرُكَ اَنْ نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ اٰبَاۤؤُنَآ اَوْ اَنْ نَّفْعَلَ فِيْٓ اَمْوَالِنَا مَا نَشٰۤؤُا ۗاِنَّكَ لَاَنْتَ الْحَلِيْمُ الرَّشِيْدُ

Artinya:
Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.”

2. Kaum Madyan Menentang Nabi Syuaib

Kaum Madyan Menentang Nabi Syuaib
image by: tribunnews.com

Meski Nabi Syuaib sudah menyampaikan kebenaran dan mengajak pada jalan kebaikan, Kaum Madyan tidak langsung menerima.

Seluruh dakwah, nasihat, dan ajakan yang diserukan oleh Nabi Syuaib dihina dan ditolak mentah-mentah oleh mereka.

Namun Nabi Syuaib tidak gentar. Beliau tetap berusaha dengan sabar untuk mengajak kaum Madyan kembali ke jalan Allah yang benar.

Argumentasi kaum Madyan selanjutnya disikapi oleh Nabi Syuaib dengan tenang. Hal ini dijelaskan dalam Quran Surat Hud ayat 88.

قَالَ يٰقَوْمِ اَرَءَيْتُمْ اِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّيْ وَرَزَقَنِيْ مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَآ اَنْهٰىكُمْ عَنْهُ ۗاِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ

Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.

3. Nabi Syuaib Mendapatkan Ancaman dari Kaum Madyan

Nabi Syuaib Mendapatkan Ancaman dari Kaum Madyan
image by: initu.id

Selama berdakwah, kisah Nabi Syuaib juga menyampaikan bahwa kaum Madyan yang tidak taat kepada perintah Allah akan mendapatkan hukuman yang keji. Hukuman tersebut adalah dimasukkan ke panasnya api neraka.

Kaum Madyan seperti tidak memiliki ketakutan terhadap ancaman yang disampaikan oleh utusan Allah tersebut.

Mereka bahkan mencemooh dan menghina Nabi Syuaib. Bagi mereka, Nabi Syuaib adalah orang yang lebih lemah jika dibandingkan dengan kaum Madyan.

Berdasarkan penjelasan pada Quran Surat Hud ayat 91, kaum Madyan mengancam Nabi Syuaib. Kaum Madyan mengancam bahwa mereka akan merajam Nabi Syuaib. Meski mendapat ancaman seperti ini, Nabi Syuaib tidak gentar sama sekali.

Nabi Syuaib tidak berhenti menyampaikan kebenaran dan mulai menjelaskan bahwa akan ada azab yang menimpa kaum Madyan.

Azab tersebut merupakan hukuman dari Allah atas perbuatan buruk yang telah mereka lakukan.

Kaum Madyan tidak takut sama sekali akan hukuman dan azab tersebut. Justru mereka semakin menghina dan kembali melontarkan ancaman kepada Nabi Syuaib.

Berikut adalah Surat Hud ayat 91 beserta artinya yang menjelaskan tentang ancaman kaum Madyan kepada Nabi Syuaib.

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا ۗوَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖوَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ

Mereka berkata, “Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.”

Azab yang Diturunkan Allah SWT

Berdasarkan penjelasan mengenai kisah Nabi Syuaib di atas bisa diketahui bahwa Kaum Madyan masih terus menentang kebenaran yang disampaikan Nabi Syuaib. Bahkan mereka terus mengancam nabi ketika diberi tahu akan ancaman azab dari Allah SWT.

Nabi Syuaib pun berdoa kepada Allah untuk menurunkan azab kepada Kaum Madyan. Setelahnya, Nabi Syuaib bersama dengan beberapa orang beriman pergi meninggalkan wilayah yang diduduki oleh Kaum Madyan.

Sepeninggal Nabi Syuaib dan para pengikutnya, Kaum Madyan diberi cuaca yang sangat panas dan kering. Keadaan tersebut membuat semua tumbuhan mati serta kesulitan untuk mendapatkan udara sejuk.

Allah juga memberikan gempa dahsyat dan memberikan suara halilintar sehingga penduduk kafir di Madyan mati.

Azab layaknya hari kiamat ini menimpa seluruh kaum Madyan yang enggan kembali ke jalan Allah.

Sementara itu, Nabi Syuaib beserta pengikutnya yang beriman diselamatkan dari azab tersebut. Peristiwa ini dijelaskan pada dua surat berbeda, yaitu Quran Surat Asy-Syuaraa ayat 189 dan Quran Surat Hud ayat 94 sampai 95. Berikut ayat beserta artinya.

فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Artinya:
Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.

وَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّاۚ وَاَخَذَتِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ كَاَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيْهَا ۗ اَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُوْدُ

Artinya:
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum samud (juga) telah binasa. (QS. Hud 94-95)

Mukjizat Nabi Syuaib

Nabi Syuaib AS memiliki beberapa mukjizat yang diberikan oleh Allah kepadanya. Berikut ini beberapa mukjizat yang dimaksud.

– Nabi Syuaib dapat mendatangkan gempa bumi, awan hitam, serta petir atas izin Allah SWT.
– Nabi Syuaib mampu mendatangkan azab berupa badai panas dengan seizin Allah SWT.
– Nabi Syuaib bisa menyelamatkan dirinya serta pengikutnya dari azab Kaum Madyan, tentu atas izin dari Allah.

Terdapat beberapa hikmah dari kisah Nabi Syuaib yang sudah dijelaskan di atas. Hikmahnya antara lain mengajak umat muslim untuk selalu dekat dengan Allah, selalu membantu orang lain, serta senantiasa menjaga diri dan hati.