4 Alur Kisah Nabi Shaleh & Azab bagi Kaum Tsamud

kisah nabi shaleh

WaktukuKisah nabi Shaleh selengkapnya akan dijelaskan pada artikel ini. Nabi merupakan orang yang diberi wahyu dan diutus untuk menyampaikan ajaran Allah pada suatu kaum.

Dalam agama Islam, terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diimani. Salah satunya yaitu nabi Shaleh.

Supaya tidak ada informasi penting yang terlewat, sebaiknya baca penjelasan di artikel ini dari awal sampai akhir.

Nabi Shaleh Adalah

nabi shaleh adalah
image by : tebuirengonline.com

Sebelum mengetahui kisah Nabi Shaleh, mari pahami latar belakangnya terlebih dahulu. Dari 25 nabi dan rasul yang wajib diimani oleh umat muslim, Nabi Shaleh menempati urutan nomor 5.

Beliau diutus untuk berdakwah dan menyebarkan ajaran menyembah Allah setelah hancurnya kaum ‘Ad yang hidup pada zaman Nabi Hud Alaihissalam.

Nabi Shaleh alaihissalam diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai nabi pada tahun 2100 sebelum Masehi. Nabi Shaleh sendiri merupakan seorang anak dari Ubaid.

Kalau silsilahnya diurutkan dari nabi Shaleh yaitu Shaleh bin Ubaid bin Masih bin Ubaid bin Hadir bin Tsamud bin Atsir bin Aram bin Sam bin Nuh.

Surat tersebut bisa diketahui bahwa nabi Shaleh alaihissalam masih keturunan dari nabi Nuh alaihissalam.

Artinya, Nabi Shaleh berasal dari bangsa Arab khususnya kaum Tsamud. Selain nabi Shaleh, beberapa nabi lain yang juga berasal dari bangsa Arab. Nabi tersebut antara lain nabi Syu’aib, nabi Hud, dan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Mengenal Kaum Tsamud

Mengenal Kaum Tsamud
image by : akurat.co

Nabi shaleh menempati wilayah di bagian Arab Utara, tepatnya di wilayah Al Hijr. Nabi Shaleh diutus setelah nabi Hud alaihissalam dan sebelum nabi Ibrahim alaihissalam.

Kaum Tsamud sendiri terkenal akan kepandaiannya dalam memahat batu, khususnya batu-batu yang berasal dari pegunungan. Hal ini bisa terjadi karena kaum Tsamud menempati daerah Hadramaut yang merupakan pegunungan.

Kisah tentang kaum Tsamud yang memiliki keahlian memahat batu dijelaskan dalam alquran surat Al Fajr ayat 9. Berikut adalah kutipan ayat beserta artinya.

وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ

Artinya:

“dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah.”

Dalam keseharian kaum Tsamud, mereka menyambung hidupnya melalui beternak, bercocok tanam, dan menggeluti bidang arsitektur.

Seperti yang sudah dijelaskan, kaum Tsamud memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang arsitektur.

Bukit berbatu yang banyak ditemukan di Al-Hijr disulap menjadi bangunan indah dan megah.

Mereka juga membangun istana-istana pada hamparan tanah yang datar. Kan kaum Tsamud membangun rumah dengan gaya peninggalan Romawi kuno dan Yunani.

Kisah Nabi Shaleh dalam Berdakwah

Di bawah ini akan dijelaskan secara lebih lengkap mengenai kisah nabi Shaleh. Mari simak bersama-sama.

1. Kaum Tsamud Mengingkari Nabi Shaleh AS

kaum tsamud membenci nabi shaleh
image by : ebook anak

Bangsa Arab termasuk kaum Tsamud memiliki tradisi turun temurun dari nenek moyang untuk menyembah berhala. Pada awalnya, Nabi Shaleh sangat dihormati oleh kaum Tsamud.

Mereka juga menaruh pengharapan pada nabi Shaleh untuk bisa meneruskan tradisi menyembah berhala.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Nabi Shaleh alaihissalam menyerukan perintah untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dan bertakwa kepada-Nya. Hal ini mengundang kekecewaan kaum Tsamud dan membuat mereka murka.

Nabi Shaleh alaihissalam dimusuhi karena beliau mengajak untuk meninggalkan berhala yang sudah menjadi sesembahan serta bagian dari tradisi turun menurun bagi kaum Tsamud.

Tidak hanya menyembah berhala, kaum Tsamud juga memiliki tabiat yang sombong dan angkuh.

Mereka selalu memandang remeh kaum yang berasal dari luar sukunya. Dalam keseharian, kaum Tsamud juga gemar mabuk-mabukan dan berzina. Ini jelas menyimpang dari ajaran Allah.

Oleh karena itu, Allah kemudian mengutus nabi Shaleh untuk berdakwah kepada kaum Tsamud.

Kisah Nabi Shaleh ini dijelaskan pada Quran surat Al-A’raf 73 sebagai berikut.

وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Artinya:

“Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”

2. Nabi Shaleh Mendapatkan Mukjizat

Nabi Shaleh Mendapatkan Mukjizat
image by : cerita rakyat

Setelah nabi Shaleh menyerukan perintah menyembah Allah, kaum Tsamud pun terbagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok dipimpin oleh tokoh pemuka kaum Tsamud bernama Junda’ bin Amru. Kelompok ini adalah pengikut nabi Shaleh alaihissalam.

Sedangkan kelompok yang kedua dipimpin oleh Dzu’ab bin Amru dan Rabbab bin Sha’r. Kelompok ini sangat menentang nabi Shaleh alaihissalam. Kedua pemimpin ini selalu mempengaruhi Junda’ agar berhenti menjadi pengikut nabi Shaleh.

Kelompok penentang tersebut mengatakan bahwa nabi Shaleh telah terkena sihir. Sehingga mereka pun tidak menerima ajaran yang diserukan oleh nabi Shaleh.

Selain itu, nabi Shaleh juga dituduh penipu dan mereka tidak mempercayai bahwa nabi Shaleh merupakan utusan Allah subhanahu wa ta’ala.

Para penentang meminta nabi Shaleh untuk menunjukkan mukjizat. Mereka meminta nabi Shaleh mengeluarkan seekor unta betina yang hamil 10 bulan dari sebuah batu yang mereka tunjuk.

Atas izin Allah, nabi Shaleh bisa mengeluarkan unta betina dari sebuah batu yang dipukul oleh tangannya.

Peristiwa ini dijelaskan secara lengkap pada Quran surat Hud ayat 64 serta Quran surat Asy-Syu’ara‘ ayat 156. Berikut ayatnya.

QS Hud Ayat 64

وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ

Artinya:

“Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”

QS Asy Syu’ara’ ayat 156

وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

Artinya:
“Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”

Sebagian kaum Tsamud yang tadinya menentang, sebagian menjadi percaya kepada nabi Shaleh. Namun tidak sedikit juga yang masih tetap pada pendiriannya untuk menentang nabi Shaleh alaihissalam.

3. Unta Betina Allah Dibunuh Kaum Tsamud

Berdasarkan ayat yang sudah dijelaskan di atas, nabi Shaleh memerintahkan kaum Tsamud untuk tidak menyakiti unta betina tersebut. Unta betina ini diberi julukan “unta betina Allah”.

Sayangnya perintah ini tidak serta-merta dipatuhi oleh kaum Tsamud yang menentang nabi Shaleh alaihissalam.

Mereka justru kesal kepada unta betina tersebut karena dianggap menghabiskan banyak air dari sumber mata air mereka. Kaum penentang beranggapan bahwa unta betina ini adalah penyebab mereka menjadi kekurangan air.

Kaum penentang pun merencanakan pembunuhan terhadap unta betina tersebut. Beberapa orang bersekongkol dalam rencana ini, antara lain Syaduq binti Mahya, Unaizah binti Ghunaim, Qudar bin Salif, dan Mishra’ bin Mahraj.

Qudar dan Mishra’ tergiur oleh tawaran Syaduq dan Unaizah. Syaduq menawarkan dirinya pada Mishra’ jika berhasil membunuh unta.

Sedangkan Unaizah menawarkan anak perempuannya kepada Qudar. Kedua orang ini kemudian mengajak tujuh pemuda lain untuk melancarkan aksinya.

Saat unta sedang minum di mata air, mereka melontarkan panah ke betis unta tersebut. Secara bersamaan, mereka juga menikam perut unta menggunakan pedang. Unta betina Allah pun terbunuh seketika.

4. Azab Datang untuk Kaum Tsamud

Adzab datang untuk kaum Tsamud

Terbunuhnya unta betina Allah yang sangat disayangi nabi Shaleh membuatnya bersedih. Nabi Shaleh pun memberikan peringatan kepada para pembunuhnya untuk bertobat. Jika tidak, azab yang pedih akan menimpa mereka.

Namun lagi-lagi seruan nabi Shaleh diremehkan oleh para penentangnya. Mereka menantang agar azab segera diturunkan.

Nabi Shaleh memberikan pesan kepada mereka untuk bersenang-senang selama tiga hari sebelum azab datang. Kisah nabi Shaleh ini dijelaskan dalam surat Hud ayat 65.

فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ

Artinya:

“Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

Hari pertama sebelum azab datang, wajah para penentang nabi Shaleh berubah menjadi warna kuning.

Di hari kedua wajah mereka berubah menjadi warna merah. Wajah mereka pun berubah menjadi hitam pada hari ketiga.

Di hari keempat, tepatnya ketika matahari terbit terdengar suara yang sangat dahsyat dari langit dan diikuti gempa bumi.

Kelompok penentang dan pembunuh unta betina Allah pun mati bergelimpangan di rumah masing-masing.

Kisah nabi Shaleh dan kaum Tsamud mengingatkan umat muslim untuk senantiasa menyembah Allah subhanahu wa ta’ala. Jika hal ini diingkari, azab yang pedih akan datang.