4 Kisah Nabi Nuh Membangun Bahtera Raksasa untuk Banjir Besar

Kisah Nabi Nuh
image by: pondokislam.com

Waktuku.com – Kisah Nabi Nuh dalam membangun bahtera raksasa menjadi salah satu kisah nabi yang paling sering diceritakan.

Selain kisah tersebut, bagaimana perjalanan Nabi Nuh dalam melakukan dakwah kepada umatnya? Apa saja sikap yang bisa diteladani dari sosok Nabi Nuh?

Jawaban dan penjelasan dari semua pertanyaan tersebut dapat ditemukan dengan membaca cerita lengkap tentang Nabi Nuh.

Oleh karena itu, langsung saja simak cerita lebih lengkapnya dengan membaca artikel di bawah ini!

Mengenal Sosok Nabi Nuh

Nabi Nuh adalah salah satu nabi yang memiliki gelar ulul azmi. Gelar yang beliau peroleh itu menandakan bahwa Nabi Nuh memiliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi segala tantangan ketika menjalankan dakwah.

Kisah Nabi Nuh secara ringkas dan singkat dijelaskan di dalam Al-Quran Surat Al-Ankabut Ayat 14, yaitu:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.”

Selama perjalanan hidupnya, Nabi Nuh yang merupakan utusan Allah SWT juga memiliki berbagai mukjizat. Apa mukjizat dari Nabi Nuh AS? Berikut ini beberapa mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Nuh, yaitu:

– Berdakwah dalam waktu yang lama yaitu 950 tahun.

– Mampu membuat bahtera raksasa yang besar dan kukuh.

– Selamat dari azab Allah SWT dan menjadi nenek moyang manusia.

– Semua mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Nuh tentu saja merupakan tanda kekuasaan dan kebesaran dari Allah SWT.

Beragam Kisah Nabi Nuh

Seperti apa perjalanan hidup Nabi Nuh secara lengkap? Berikut ini beberapa kisah atau cerita yang dialami oleh Nabi Nuh selama masa hidupnya, yaitu:

1. Perjalanan Dakwah Nabi Nuh

Perjalanan Dakwah Nabi Nuh
image by: asaldansejarah45.com

Nabi Nuh mendapatkan tugas untuk melakukan dakwah kepada umat yang kembali melakukan beragam dosa dan melakukan maksiat setelah ditinggalkan dalam jangka waktu tertentu oleh nabi sebelumnya.

Mereka tidak lagi menyembah Allah, tetapi menyembah patung berhala yang dibuatnya sendiri.

Mereka percaya bahwa patung yang dibuat itu mampu memberikan banyak manfaat dan kebaikan.

Selain itu, mereka juga percaya bahwa patung-patung tersebut dapat menghindarkan dari berbagai macam keburukan, sehingga mereka menyembahnya sebagai tuhan.

Melihat kondisi tersebut, Allah SWT mengutus Nabi Nuh untuk berdakwah kepada kaumnya agar kembali ke jalan yang benar.

Nabi Nuh pun dengan sabar dan terus menerus mengingatkan serta mengajak umatnya untuk kembali menyembah Allah SWT.

Selain dengan kesabaran yang luar biasa, Nabi Nuh menyampaikan dakwah dengan tutur kata yang santun dan cerdas ketika menyampaikan argumen.

Beliau pun menyampaikan dakwah melalui sikap baiknya yang selalu berusaha menolong orang lain.

Dakwah yang disampaikan oleh Nabi Nuh selalu berisi tentang bukti-bukti kebesaran Allah yang ada di bumi, misalnya matahari, bulan, bintang, tumbuhan, binatang, siang malam, dan lain sebagainya.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap amalan perbuatan manusia akan mendapat ganjaran dari Allah.

Melalui dakwah yang dilakukannya, sebagian orang menerima ajaran yang disampaikan oleh Nabi Nuh.

Mereka dengan bantuan Nabi Nuh mengikuti ajaran Allah dan menyembah Allah SWT sebagai Tuhan.

Namun, sebagian besar orang juga tidak percaya dengan ajaran yang disampaikan Nabi Nuh ketika berdakwah.

Mereka malah mengejek atau mencemooh Nabi Nuh dan menganggap semua yang disampaikan Nabi Nuh merupakan kebohongan.

2. Kisah Nabi Nuh Ketika Membuat Bahtera Raksasa

kapal nabi nuh
image by: gramedia.net

Pada suatu ketika, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal atau bahtera raksasa. Perintah tersebut pun dijalankan oleh Nabi Nuh.

Bahtera Nabi Nuh sangat besar hingga mampu menampung para pengikutnya dan beberapa pasang hewan.

Para pengikut Nabi Nuh pun membantu beliau dalam mengumpulkan bahan-bahan pembuat kapal, kemudian mulai ikut membuat bahtera raksasa bersama Nabi Nuh.

Namun, orang-orang yang tidak percaya dengan ajaran Nabi Nuh menghina pembuatan kapal tersebut.

Meskipun mendapatkan banyak hinaan, Nabi Nuh dan para pengikutnya tetap melanjutkan pembuatan bahtera raksasa tersebut. Semua itu dilakukan demi menaati perintah Allah SWT.

Selama pembuatan bahtera raksasa tersebut, Nabi Nuh sudah memberikan peringatan kepada kaum kafir bahwa nantinya akan ada banjir bandang yang menenggelamkan seluruh umat manusia. Namun, peringatan tersebut hanya diabaikan oleh mereka.

3. Peristiwa Banjir Bandang dalam Kisah Nabi Nuh

nabi nuh
image by: theasianparent

Setelah selesai membuat bahtera raksasa, Nabi Nuh mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk memasukkan keluarga dan para pengikutnya ke dalam bahtera.

Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa dua pasang setiap jenis makhluk hidup di bumi.

Hujan lebat pun turun tanpa berhenti. Air mulai menggenangi daratan mulai dari yang terendah hingga tertinggi.

Banjir bandang pun terjadi dan menenggelamkan banyak orang. Tidak ada satu tempat pun di bumi yang dapat dijadikan tempat berlindung dari banjir bandang ini.

Peristiwa banjir bandang ini merupakan azab yang diturunkan Allah SWT. Mengapa umat Nabi Nuh AS mendapat azab yang pedih dari Allah SWT?

Hal ini karena mereka membangkang dan menolak peringatan Nabi Nuh agar beriman serta menyembah Allah SWT.

Pada saat peristiwa banjir bandang terjadi, Nabi Nuh kehilangan salah seorang anaknya. Meskipun telah diberi peringatan, anak Nabi Nuh tersebut tetap menolak ajakan beliau dan malah mencari perlindungan di gunung. Akibatnya, ia pun tenggelam diterpa banjir bandang yang sangat besar.

Bahtera raksasa Nabi Nuh pun berlayar untuk waktu yang cukup lama selama banjir bandang itu menutupi seluruh permukaan bumi. Allah pun menjaga bahtera yang berlayar tersebut dengan kekuasaan-Nya.

Pada akhirnya, Allah SWT memerintahkan hujan untuk berhenti dan air pun mulai surut kembali. Atas perintah-Nya, bahtera Nabi Nuh akhirnya berlabuh. Nabi Nuh beserta pengikutnya pun bersama memulai kehidupan baru.

Kisah banjir bandang yang terjadi pada zaman Nabi Nuh tersebut terdapat dalam Al-Quran Surah Yunus Ayat 73, yaitu:

“Kemudian mereka mendustakannya (Nuh), lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.”

4. Wafatnya Nabi Nuh

wafat nabi nuh
image by: sindonews

Setelah kejadian banjir bandang, Nabi Nuh dan para pengikutnya memulai hidup baru. Nabi Nuh pun mengajarkan kepada pengikutnya tentang ajaran Allah SWT.

Mereka pun menyembah dan mengikuti semua ajaran Allah SWT. Setelah beberapa waktu, Nabi Nuh pada akhirnya meninggal dunia.

Pembelajaran dari Cerita Nabi Nuh

Rangkaian perjalanan hidup yang dialami oleh Nabi Nuh tentu saja mengandung banyak pelajaran hidup yang berharga.

Apa saja pembelajaran dan teladan yang dapat diambil dari kehidupan Nabi Nuh? Berikut ini beberapa pesan moral dari kisah Nabi Nuh, yaitu:

– Mengambil keputusan dengan bijaksana.

– Membela orang-orang yang miskin, lemah, dan tertindas.

– Memiliki kesabaran untuk tetap menyerukan kebenaran, meskipun sering mendapat penolakan bahkan hinaan.

– Tabah dalam menjalani kehidupan sesuai dengan keputusan Allah.

– Tidak henti-hentinya mengingatkan orang lain untuk selalu berjalan di jalan yang benar.

– Bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya.

– Menerima dengan ikhlas segala ketetapan dari Allah SWT.

Kisah Nabi Nuh yang memiliki banyak pesan moral maupun teladan hidup sudah sepantasnya diceritakan ke berbagai kalangan termasuk anak-anak kecil.

Pembelajaran hidup yang ada di dalam kisah nabi tersebut dapat dijadikan contoh yang baik dalam kehidupan masa kini.