7 Perjalanan Kisah Nabi Musa yang Jarang Diketahui

Kisah Nabi Musa
image by: youtube.com

Waktuku.com – Kisah Nabi Musa ketika membelah lautan saat dikejar Firaun dan pasukannya menjadi salah satu kisah nabi yang paling dikenal.

Selain kisah tersebut, masih banyak cerita perjalanan hidup Nabi Musa yang mengandung banyak pembelajaran hidup dari sikap beliau.

Bagaimana kisah Nabi Musa dan Firaun serta berbagai kisah lainnya? Artikel ini akan menceritakan perjalanan Nabi Musa secara lengkap agar pesan moral atau pembelajaran hidup dari sikap beliau mudah dipahami. Simak langsung cerita lebih lengkap tentang Nabi Musa di artikel ini!

Mengenal Sosok Nabi Musa

Siapakah sosok Nabi Musa? Nabi Musa merupakan salah satu nabi utusan Allah SWT yang memiliki banyak mukjizat dan keistimewaan.

Beliau lahir kurang lebih sekitar tahun 1436 SM. Di mana Nabi Musa dilahirkan? Beliau dilahirkan di Mesir ketika raja Firaun yang kejam dan zalim sedang memimpin.

Selama perjalanan hidupnya, Nabi Musa sebagai utusan Allah SWT memiliki banyak mukjizat. Berikut ini beberapa mukjizat beliau, yaitu:

– Mengubah tongkat menjadi ular.
– Menggunakan tongkatnya untuk membelah lautan.
– Tangannya mampu memancarkan cahaya.
– Taufan yang dapat menyebabkan paceklik.
– Membanjiri suatu daerah dengan katak.
– Mampu mengubah air menjadi darah.
– Berlangsungnya masa kemarau yang panjang.
– Serbuan belalang yang sangat banyak jumlahnya.
– Serangan kutu.

Semua mukjizat Nabi Musa AS dapat terjadi atas izin dari Allah SWT. Semua mukjizat tersebut juga menjadi peringatan dan bukti nyata atas kuasa serta kebesaran Allah SWT.

Kisah Nabi Musa Lengkap

Perjalanan kehidupan Nabi Musa sangat panjang untuk menyebarkan kebenaran ajaran Allah SWT. Berikut ini cerita perjalanan hidup beliau sejak dilahirkan hingga wafat, yaitu:

1. Cerita Kelahiran Nabi Musa dan Menjadi Anak Angkat Firaun

Cerita Kelahiran Nabi Musa
image by: islami.co

Firaun yang saat itu menjabat sebagai raja mesir bermimpi bahwa ia melihat api yang membakar daerah Mesir.

Ia pun memanggil tukang sihir untuk mengartikan mimpi tersebut. Para tukang sihir pun mengatakan bahwa akan lahir anak laki-laki Bani Israil yang akan menghancurkan Mesir.

Mendengar hal tersebut, Firaun pun memerintahkan pasukannya untuk segera menangkap dan membunuh semua bayi laki-laki yang berasal dari kaum Bani Israil.

Saat Nabi Musa lahir, kedua orang tuanya merasa khawatir jika anaknya dibunuh atas perintah Firaun.

Di tengah kebingungan dan rasa khawatir, Allah memberikan ilham kepada ibu Nabi Musa agar menghanyutkan Nabi Musa ke Sungai Nil menggunakan peti yang tahan air.

Peti tersebut akhirnya ditemukan oleh Asiyah yang merupakan istri Firaun. Ia pun ingin sekali mengasuh dan mengangkat bayi Musa menjadi anaknya. Firaun yang sangat menyayangi istrinya pun akhirnya menuruti keinginan istrinya.

Pada akhirnya Musa pun menjadi anak angkat Firaun dan istrinya. Istri Firaun pun mencari perempuan untuk menyusui bayi Musa.

Atas kuasa Allah Musa pun disusui oleh ibu kandungnya sendiri. Musa dirawat dengan sangat baik oleh istri Firaun hingga tumbuh besar dan dewasa.

Peristiwa kelahiran Nabi Musa tersebut dijelaskan dalam Al-Quran Surah Al Qashash ayat 1-6.

2. Kisah Nabi Musa Ketika Lari ke Madyan

Kisah Nabi Musa Ketika Lari ke Madyan
image by: sejarahone.id

Ketika Musa menginjak dewasa ia berjalan-jalan di kota dan bertemu dengan dua orang yang sedang bertengkar.

Perdebatan dan perkelahian antara seorang Bani Israil serta seorang pengikut Firaun semakin memanas.

Musa akhirnya meleraikan mereka dan memukul pengikut setia Firaun hingga meninggal. Ia pun merasa ketakutan akan hukuman yang menantinya, sehingga ia memutuskan untuk pergi dari Mesir dan berjalan ke arah Madyan.

Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” (Al-Quran Surat Al-Qasas Ayat 21).

3. Pernikahan Nabi Musa

Pernikahan Nabi Musa
image by: catatanfiqih.com

Ketika berada di Madyan, Musa bertemu dengan dua putri yang ternyata anak Nabi Syuaib. Nabi Syuaib pun berbincang-bincang dengan Musa tentang kejadian yang menimpa Musa sehingga bisa lari ke Madyan.

Musa pun akhirnya bekerja membantu Nabi Syuaib yang berjanji akan menikahkan Musa dengan anaknya ketika kelak ia sudah dewasa. Sepuluh tahun kemudian, Musa pun menikah dengan anak Nabi Syuaib.

4. Kisah Turunnya Wahyu kepada Nabi Musa

Kisah Turunnya Wahyu kepada Nabi Musa
image by: firanda.com

Setelah menikah, Musa dan istrinya pergi ke Mesir. Ketika sampai di suatu bukit, beliau melihat cahaya yang bersinar dan beliau pun mendekatinya.

Saat itulah Allah SWT menurunkan wahyu kepada Musa dan mengangkat Musa sebagai Nabi utusan-Nya.

“Kemudian Kami telah memberikan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.” (Al-Quran Surah Al-An’am Ayat 154).

Nabi Musa pun mendapatkan tugas untuk melakukan dakwah kepada Firaun dan Bali Israil. Ketika berdakwah, Nabi Musa meminta pertolongan dan pendamping kepada Allah SWT. Allah pun mengabulkan doanya dan menjadikan Nabi Harun sebagai pendamping Nabi Musa.

Nabi Harun sendiri sebenarnya masih merupakan saudara yang lebih tua daripada Nabi Musa.

Nabi Harun pun mendampingi sekaligus menjadi juru bicara bagi Nabi Musa karena Nabi Harun memang memiliki mukjizat pandai berbicara.

5. Kisah Nabi Musa Ketika Berdakwah ke Firaun

Kisah Nabi Musa Ketika Berdakwah ke Firaun
image by: beritaku.id

Nabi Musa dan Nabi Harun akhirnya pergi menghadap Firaun untuk berdakwah sekaligus membebaskan Bani Israil dari kekejaman Firaun.

Namun, Firaun tidak percaya dengan semua ajaran yang dikatakan Nabi Musa dan Nabi Harun, Firaun malah menantang mereka melawan para ahli sihir.

Para ahli sihir tentu saja kalah melawan Nabi Musa dan Nabi Harun bahkan mereka ikut bertobat dan menerima ajaran kebenaran Allah yang disampaikan Nabi Musa serta Nabi Harun. Firaun pun merasa sangat marah dan kesal.

6. Kisah Nabi Musa Membelah Laut dan Menyelamatkan Bani Israil

Setelah menang berhadapan dengan Firaun, Nabi Musa membawa Bani Israil untuk pergi ke tanah yang sudah dijanjikan oleh Allah.

Firaun yang masih merasa marah akhirnya pergi bersama para prajuritnya untuk mengejar Nabi Musa dan Bani Israil.

Nabi Musa dan umatnya pun berusaha kabur dari pengejaran tersebut. Lalu, tidak ada jalan lain selain menyeberangi Laut Merah agar selamat dari pengejaran Firaun dan pasukannya. Pada akhirnya, Nabi Musa meminta pertolongan dari Allah SWT.

Allah SWT mendengarkan doa Musa dan akhirnya memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke permukaan Laut Merah.

Atas kehendak Allah, tiba-tiba air laut terbelah menjadi dua bagian dan menciptakan jalan kering di antara kedua belahan laut tersebut.

Nabi Musa dan para pengikutnya pun segera berjalan menyebrangi lautan dan berhasil sampai ke ujung daratan di seberang dengan selamat.

Firaun dan pasukannya yang melihat kejadian tersebut ikut memasuki jalan tersebut untuk mengejar Nabi Musa serta pengikutnya.

Namun, air laut yang tadinya terbelah kembali menyatu kembali. Akhirnya, Firaun dan pasukannya tenggelam ditelan ombak yang ganas.

Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan. (Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 50).

7. Nabi Musa Wafat

Setelah selamat dari pengejaran Firaun dan pasukannya, Nabi Musa beserta para pengikutnya tinggal bersama.

Nabi Musa berdakwah kepada para pengikutnya agar selalu percaya dan mengikuti ajaran Allah SWT. Nabi Musa ingin pengikutnya selalu bertakwa dan menyembah Allah SWT.

Nabi Musa didampingi oleh Nabi Harun terus melakukan dakwah. Setelah Nabi Harun meninggal, Nabi Musa juga tetap melakukan dakwah hingga pada akhirnya beliau juga meninggal dunia.

Teladan dan Pembelajaran dari Sikap Nabi Musa

Perjalanan kehidupan Nabi Musa sejak dilahirkan hingga beliau wafat memberikan banyak pembelajaran hidup yang dapat menjadi teladan.

Berikut ini beberapa pesan moral yang dapat diambil dari sikap teladan seorang Nabi Musa, yaitu:

– Menerima segala ketetapan dari Allah SWT.

– Tulus memohon ampun dan bertobat ketika melakukan kesalahan atau dosa.

– Ulet, telaten, dan bekerja keras dalam menjalani hidup.

– Percaya segala sesuatu yang tidak mungkin menurut logika manusia dapat terjadi atas kuasa Allah SWT.

– Sabar dalam berdakwah atau menyebarkan kebaikan.

– Berani mengingatkan orang yang telah melakukan perbuatan salah.

Kisah Nabi Musa sejak dilahirkan hingga wafat mengajarkan banyak hal pelajaran hidup kepada para pembacanya.

Sudah sepantasnya kaum muslim untuk menjadikan Nabi Musa sebagai sosok teladan yang penuh inspirasi.