6 Alur Kisah Nabi Luth Awal Cerita Pecinta Sesama Jenis

Waktuku – Kisah Nabi Luth menjadi salah satu gambaran bahwa Allah Swt akan melaknat para pelaku maksiat.

Nabi Luth sendiri merupakan salah satu nabi yang sangat terkenal kesabarannya dalam menjalankan dakwah kepada kaum yang disebut dengan kaum Sodom.

Ini adalah kaum yang terkenal dengan maksiat yang dibenci oleh Allah Swt, yaitu berhubungan dengan sesama jenis.

Selain itu, mereka juga adalah kaum yang tidak mau diajak kembali ke jalan yang benar. Berikut ringkasan kisah Nabi Luth AS dalam berdakwah kepada kaumnya.

Kisah Nabi Luth Menerima Wahyu dan Diutus Untuk Menetap di Kota Sodom

Seperti yang kita ketahui adalah nabi Luth merupakan salah satu utusan Allah SWT dalam menghancurkan salah satu tempat ataupun negara yang memiliki kelainan seksual.

Ini merupakan salah satu awal dari cerita adanya LGBT bermunculan pecinta sesama jenis dan kemaksiatan lainnya. Berikut ini kisah nabi Luth dalam membasmi kaum tersebut dengan izin Allah SWT.

1. Nabi Luth Menerima Wahyu

Nabi Luth Menerima Wahyu
images by : fajar

Nabi Luth diasuh oleh pamannya, yakni Nabi Ibrahim. Karena diasuh langsung oleh Nabi Ibrahim, tidak heran jika Nabi Luth mempercayai semua petuah Nabi Ibrahim dan memang menyembah Allah Swt.

Nabi Luth sendiri merupakan putra dari Haran bin Thareh dan Haran ini adalah saudara kandung Nabi Ibrahim.

Begitu dekatnya Nabi Luth dengan sang paman, beliau berdua jadi sering mengembara hingga jauh.

Perjalanan ini tentu dengan misi untuk menyebarkan ahama Islam pada manusia. Ketika beliau berdua mencapai Palestina, Nabi Luth mendapatkan wahyu dari Allah Swt.

Hal ini menjadi tanda bahwa Nabi Luth secara resmi dipilih sebagai nabi. Setelah diangkat menjadi nabi inilah Nabi Luth kemudian diberi perintah oleh Allah Swt agar menetap di Kota Sodom.

2. Nabi Luth Diperintahkan untuk Berdakwah pada Kaum Sodom

Nabi Luth berdakwah
images by : Cokro Tv

Kisah Nabi Luth yang banyak disebutkan berhubungan dengan Kota Sodom. Kota Sodom sendiri berada di perbatasan Palestina dan Yordania.

Nabi Luth diperintahkan ke sana untuk mengajak penduduk Kota Sodom bertaubat serta menyembah Allah Swt.

Akan tetapi, tugas yang diemban Nabi Luth ini sama sekali tidak mudah. Pasalnya, Kota Sodom memang memang dikenal sebagai kota yang penduduknya gemar bermaksiat.

Tidak hanya itu, kota ini juga terkenal dengan angka kriminalitasnya yang tinggi.
Ada banyak kasus perampokan terjadi di kota tersebut karena memang Kota Sodom banyak dikunjungi pedagang.

Bukan hanya merampok, mereka bahkan juga tidak segan-segan untuk membunuh dan melakukan kegiatan lesbian serta homoseksual, yakni berhubungan badan dengan sesama jenis.

Kota Sodom ini pula yang menjadi tempat pertama terjadinya kegiatan lesbian dan homoseksual. Bahkan, kegiatan ini adalah hal yang lumrah di kota itu sehingga semua orang tidak malu mengakuinya di depan umum.

Bukan hanya itu, mereka juga bangga dengan dosa yang sudah dilakukannya. Kisah Nabi Luth Dalam Berdakwah di Kota Sodom

3. Dakwah Nabi Luth yang Tidak Diindahkan Oleh Kaum Sodom

perlawanan kaum sodom terhadap nabi Luth
images by : merdeka.com

Nabi Luth sebenarnya menikah dengan perempuan yang bernama Wali’ah di Kota Sodom dan dikaruniai dua orang putri yang bernama Raitsa dan Zaghrata.

Sayangnya, rumah tangga Nabi Luth ini tidak mulus karena sang istri menjadi musuh dalam selimut.

Dia juga yang berperan dalam membuat kisah Nabi Luth dalam berdakwah pada kaum yang membangkang perintah Allah Swt ini menjadi berliku.

Pasalnya, istri Nabi Luth inilah yang membeberkan rencana dakwah suaminya kepada orang lain.

Selain karena istrinya, kaum Sodom sendiri termasuk kaum yang susah untuk dibenahi. Meskipun demikian, Nabi Luth masih tetap teguh dan tidak berputus asa untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar.

Suatu saat, Nabi Luth mendatangi orang-orang yang ada di kota kemudian menyatakan bahwa beliau merupakan nabi. Beliau juga meminta agar kaum Sodom takut kepada Allah Swt, namun kaum Sodom justru mencibir beliau.

Bahkan mereka curiga Nabi Luth mengatakan hal tersebut karena memiliki maksud tertentu. Menanggapi tuduhan tersebut, Nabi Luth menyangkal dan mengatakan bahwa tidak ada maksud lain selain mengajak mereka kembali pada kebenaran.

Bukan hanya menyatakan diri sebagai nabi, Nabi Luth juga menyampaikan bahwa homoseksual dan lesbian adalah dua hal yang buruk.

Kisah Nabi Luth dan kaum Sodom ini diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Ankabut ayat 28 berikut ini.

لُوۡطًا اِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهٖۤ اِنَّكُمۡ لَـتَاۡتُوۡنَ الۡفَاحِشَةَ مَا سَبَـقَكُمۡ بِهَا مِنۡ اَحَدٍ مِّنَ الۡعٰلَمِيۡنَ‏

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.”

4. Rencana Pengusiran Nabi Luth dari Kota Sodom

Nabi Luth tidak henti-hentinya mengajak kaum Sodom untuk meninggalkan perbuatan buruk yang selama ini mereka lakukan. Beliau selalu mengingatkan umatnya bahwa Allah Swt akan memberikan hukuman yang berat pada kaum yang membangkang.

Bukannya bertobat, kaum Sodom justru merasa marah dengan aksi Nabi Luth ini. Jadi mereka kemudian berencana mengusir Nabi Luth dari kota ini. Sebelum benar-benar melakukannya, mereka memberikan peringatan kepada Nabi Luth terlebih dahulu.

Mendengar peringatan tersebut, Nabi Luth bukannya gentar. Beliau tetap saja berdakwah pada kaumnya yang keras kepala.

Selain menyampaikan peringatan dari Allah Swt, Nabi Luth juga menyampaikan bahwa Allah Swt akan memberikan ganjaran jika mereka beramal soleh dan berbuat kebaikan.

Kisah Nabi Luth yang sering diancam agar menghentikan dakwah masih berlanjut. Beliau bahkan tidak berhenti berdakwah meskipun ancaman datang silih berganti.

Nabi Luth bukan hanya mengajak mereka untuk tidak menyalahi hikmah penciptaan laki-laki dan manusia.

Beliau juga meminta kaumnya untuk menghormati hak milik orang lain dengan meninggalkan kebiasaan merampok serta merampas harta orang lain.

Namun, mengembalikan kaum Sodom ke jalan Allah Swt bukan hal yang mudah sehingga akhirnya Nabi Luth berdoa agar mereka diberi azab yang berat.

5. Datangnya Tiga Pemuda Tampan

datangnya 3 pemuda tampan atau malaikat
images by : CNN Indonesia

Nabi Luth berdakwah selama bertahun-tahun di Kota Sodom, namun selama itu juga yang beriman kepada Allah Swt hanya keluarga Nabi Luth sendiri.

Itupun tidak semuanya, karena hanya Nabi Luth dan kedua putri beliau saja yang patuh kepada Allah Swt, sedangkan istri beliau tetap pada pendiriannya.

Melihat kaum Sodom yang tetap membangkang, Nabi Luth akhirnya berdoa agar mereka diberi azab.

Allah Swt kemudian mengirimkan tiga malaikat sekaligus, tetapi bukan ke rumah Nabi Luth, melainkan ke rumah Nabi Ibrahim. Tiga malaikat tersebut menyamar sebagai laki-laki dan menjadi tamu.

Penyamaran malaikat membuat Nabi Ibrahim gagal mengenali dan beliau mempersiapkan hidangan untuk mereka. Akan tetapi, para malaikat menolak hidangan tersebut.

Dengan rasa penasaran, Nabi Ibrahim kemudian bertanya siapakah ketiganya.
Para malaikat menjawab sejujurnya dan menyampaikan bahwa mereka dikirim kepada kaum Nabi Luth.

Nabi Ibrahim yang memahami maksudnya mengkhawatirkan keselamatan Nabi Luth. Kekhawatiran ini kemudian sirna karena malaikat menyampaikan bahwa Nabi Luth dan keluarganya akan diselamatkan.

Dari rumah Nabi Ibrahim, ketiga malaikat kemudian bertamu ke rumah Nabi Luth. Mendapatkan tamu tiga orang laki-laki yang sangat tampan membuat Nabi Luth bergegas membawanya masuk ke dalam rumah. Nabi Luth khawatir ketiga tamunya ini menjadi korban kaum Sodom.

6.  Kaum Sodom Pun Akhirnya Tiba

Azab kaum sodom kisah nabi Luth

Selanjutnya, Nabi Luth juga berpesan pada istri dan juga anaknya agar turut merahasiakan tamu tersebut namun lagi-lagi istrinya berkhianat dan kejadian ini juga yang membuat kisah Nabi Luth dengan kaum Sodom yang haus maksiat hampir berakhir.

Rumah Nabi Luth diserbu oleh kaum Sodom namun begitu masuk, mereka menjadi buta yang membuat kondisi jadi kacau. Dalam kondisi ini, malaikat meminta Nabi Luth meninggalkan Kota Sodom karena azab akan segera diturunkan oleh Allah Swt.

Nabi Luth beserta istri dan putri beliau menuruti perintah tersebut tanpa menoleh ke mana-mana. Namun istri Nabi Luth tetap saja bebal sehingga ikut terkena azab.

Setelah Nabi Luth mencapai batas Kota Sodom, bumi berguncang. Angin bertiup sangat hebat dan turun hujan lebat yang disertai petir. Batu-batu juga beterbangan yang menyebabkan kaum Sodom binasa tertimpa reruntuhan bangunan termasuk istri Nabi Luth sendiri.
———–
Kisah Nabi Luth menjadi bukti bahwasanya Allah Swt tidak menyukai perbuatan-perbuatan yang menyimpang. Kisah ini juga sekaligus menjadi bukti bahwasanya Allah Swt berkuasa dan mampu menurunkan celaka pada siapa saja yang bermaksiat. Wallahu a’lam bish showab.