5 Kisah Nabi Khidir yang Wajib di Imani Umat Islam

Nabi Khidir
image by: https://i.ytimg.com/vi/KD4pWcbtzFE/maxresdefault.jpg

Waktuku.com – Nabi Khidir adalah salah satu nabi yang kisahnya berhubungan erat dengan penggalan kisah Nabi Musa.

Beliau memiliki nama asli Balya Putra Malkan dan merupakan keturunan Nabi Nuh namun dari jalur Sam.

Beliau termasuk nabi yang sudah tidak asing bagi umat Islam dan nama beliau juga diabadikan dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Hingga kini, keberadaan beliau masih menjadi misteri. Namun, banyak orang yang meyakini bahwa beliau masih hidup hingga saat ini.

Sekilas Pengetahuan Tentang Nabi Khidir

1. Ciri Nabi Khidir

Ciri Nabi Khidir
image by: pikiran-rakyat.com

Khidir merupakan salah satu nabi dan sebenarnya Khidir sendiri adalah nama gelar. Hanya saja sebagian orang menganggap bahwa sebutan khidir itu adalah nama julukan.

Sedangkan kata Khidir sendiri asalnya dari kata Al-Khidr yang berarti seseorang yang hijau.
Meskipun beliau adalah nabi, namun beliau tidak termasuk dalam daftar 25 nabi yang biasa dikenal umat Islam. Nabi Khidir disebutkan sebagai nabi yang memiliki sifat penyabar.

Kesabaran beliau ini sangat jelas dalam menghadapi penduduk desa yang malas menjamu kedatangan beliau.

Selain sabar, beliau juga sangat tekun dan disebutkan bahwa jari jempol beliau lunak. Tangan beliau juga lebih panjang sebelah dan saat berjalan di siang hari, tidak ada bayangannya. Saat beliau berjalan biasanya juga menggunakan tongkat dan beliau sangat suka dengan pakaian yang berwarna hijau.

2. Tugas dan Mukjizat Nabi Khidir Alaihissalam

Mukjizat Nabi Khidir
image by: bakulnahwu.com

Selayaknya tugas para nabi lainnya, beliau juga memiliki tugas untuk menyampaikan ajaran Allah Swt kepada manusia.

Berdasarkan buku karya M. Alwi Fuadi yang berjudul Nabi Khidir, salah satu mukjizat beliau ialah mampu menghijaukan alam.

Dengan kata lain, kemana pun beliau melangkah, tanah yang terdapat di sekitarnya walaupun pada awalnya kering akan ditumbuhi oleh rumput-rumput hijau. Mukjizat beliau ini tidak tertulis dalam buku karena lebih merujuk pada nama beliau sendiri.

Namun, terlepas dari mukjizat yang beliau miliki, beliau merupakan nabi yang sangat taat kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, setiap umat Islam harus meyakini bahwa beliau memang benar-benar ada.

3. Keistimewaan Nabi Khidir

Keistimewaan Nabi Khidir
image by: pikiran-rakyat.com

Berdasarkan keterangan yang terdapat dalam buku karangan Mahmud Asy-Syafrowi yang berjudul Khidir As:

Nabi Misterius, Penguasa Samudra yang Berjalan Secepat Kilat, bisa diketahui bahwa beliau merupakan utusan Allah Swt yang memiliki beberapa keistimewaan sebagai berikut.

– Memiliki Ilmu Laduni

Ilmu laduni adalah ilmu yang berasal langsung dari Allah Swt tanpa melalui proses belajar, tanpa adanya guru serta tanpa sebab apapun.

Kalau dalam tradisi kaum sufi, beliau seringkali disebut sebagai guru ilmu laduni dan hal ini jelas terdapat dalam surat Al Kahfi ayat 65 berikut ini.

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

Artinya: Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

– Mampu Berjalan Secepat Kilat

Keistimewaan beliau yang lainnya ialah mampu berjalan secepat kilat. Hal ini didasarkan pada sebuah kisah yang menyebutkan bahwasanya beliau sering melakukan salat di tempat yang berbeda, baik itu di daratan maupun di lautan.

– Mampu Berubah Rupa dan Wujud Fisiknya Tidak Bisa Dilihat Semua Orang

Beliau mampu merubah rupa, penampilan serta bentuk. Beliau bahkan bisa terlihat sebagai seorang pengemis, seorang yang kaya serta berbagai rupa yang lainnya.

Selain itu, beliau merupakan sosok nabi yang tertutup sehingga tidak bisa dilihat oleh semua orang.

4. Pengajaran dari Kisah Nabi Musa dan Khidir

Kisah Nabi Musa dan Khidir
image by: kumparan.com

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, cerita tentang Nabi Khidir ada kaitannya dengan Nabi Musa.

Beliau berdua bertemu dan pertemuan ini terjadi setelah Allah Swt menegur Nabi Musa atas kelalaian beliau.

Pada saat itu, Nabi Musa tengah berbicara di depan kaumnya. Beliau berkata bahwa beliaulah orang yang ilmunya paling banyak. Dengan kata lain, saat berada di depan kaumnya ini, beliau bersikap sedikit sombong.

Atas ucapan Nabi Musa tersebut, turunlah peringatan langsung dari Allah Swt. Allah Swt berfirman bahwa di sisi-Nya ada seorang hamba yang lebih berilmu daripada Nabi Musa.

Nabi Musa menanyakan perihal siapakah orang yang lebih berilmu tersebut serta di mana beliau bisa menemuinya.

Allah Swt kembali berfirman agar Nabi Musa membawa seekor ikan yang diletakkan di dalam sangkar.

Sekiranya ikan ini hilang, maka di sanalah Nabi Musa akan bertemu dengan hamba yang Allah Swt maksudkan.

Nabi Musa pun memulai perjalanan untuk bertemu dengan orang yang Allah Swt sebutkan bersama dengan pembantunya.

Saat sudah sampai di sana, beliau bertemu dengan seorang laki-laki dan laki-laki ini tengah berdiri di atas batu yang menjadi tempat bertemunya dua lautan.

Orang inilah yang dimaksud Allah Swt, yakni Khidir. Setelah bertemu, Nabi Musa menyatakan bahwa beliau ingin berguru kepada sang nabi yang memiliki ilmu laduni tersebut. Akan tetapi, beliau justru menjawab bahwa Nabi Musa tidak akan sabar kalau bersamanya.

5. Perjalanan Nabi Musa Bersama Nabi Khidir

Perjalanan Nabi Musa Bersama Nabi Khidir
image by: islampos.com

Mendapat jawaban dari nabi yang memiliki lebih banyak ilmu tersebut, Nabi Musa menyatakan bahwa dirinya tidak akan menentang dalam urusan apa saja dan Khidir akan mendapati bahwa Nabi Musa merupakan orang yang sabar.

Pada akhirnya, nabi yang istimewa dengan wujud fisik yang tidak bisa dilihat semua orang ini mengizinkan Nabi Musa belajar kepada beliau.

Namun dengan satu syarat, yakni Nabi Musa harus bersabar selama berguru kepada beliau saat melihat berbagai keanehan yang akan terjadi.

Menganggap persyaratan tersebut tidak begitu sulit, Nabi Musa bergegas mengikuti perkataan sang guru.

Dari berbagai referensi, ada tiga keanehan yang ditunjukkan oleh sang guru kepada Nabi Musa sebagai berikut.

– Membocorkan Kapal yang Ditumpangi

Nabi Musa beserta sang guru menumpangi kapal secara gratis. Namun, sang guru malah melubangi kapal tersebut sehingga kapal menjadi bocor serta tidak dapat ditumpangi lagi. Melihat hal itu, Nabi Musa bertanya alasan sang guru melakukan kegiatan tersebut.

Bukannya menjawab, sang guru berkata bahwa bukankah sebelumnya beliau sudah mengatakan bahwa Nabi Musa tidak akan bersabar saat bersama beliau.

Mendapat jawaban seperti itu, Nabi Musa memohon agar sang guru tidak menghukum Nabi Musa karena kelalaian beliau sendiri.

– Nabi Khidir membunuh Anak Kecil

Sang guru memaafkan kelalaian Nabi Musa sehingga kedua nabi ini kemudian melanjutkan perjalanan.

Di tengah perjalanan, beliau berdua bertemu dengan seorang anak. Anak tersebut tengah bermain dengan teman-temannya.

Namun, sang guru kemudian menghampiri anak tersebut serta membunuhnya. Lagi-lagi Nabi Musa merasa aneh dan kembali bertanya apa alasan sang guru melakukan hal tersebut. Padahal itu masih anak-anak yang notabene jiwanya masih bersih dan sang guru melakukan perbuatan mungkar.

Mendapat pertanyaan ini, kembali sang guru mengingatkan bahwa Nabi Musa memang tidak akan bisa bersabar saat bersama beliau.

Di sini, Nabi Musa menyampaikan bahwa jika setelah ini beliau bertanya lagi tentang apa yang sang guru lakukan, maka sang guru jangan lagi memperbolehkan Nabi Musa untuk ikut karena sang guru sudah cukup sabar dalam menerima alasan dari beliau.

– Merobohkan Tembok

Perjalanan kembali dilanjutkan hingga tiba ke suatu desa. Di desa tersebut, ada sebuah rumah yang temboknya hampir roboh. Sang guru berinisiatif untuk membetulkan tembok tersebut.

Setelah berbagai kejadian yang membuat Nabi Musa jadi bertanya-tanya, sang guru menjelaskan alasan kenapa beliau melakukan semuanya.

Perahu yang dibocorkan tadi karena sang guru mengetahui bahwa akan ada perompak yang menjarahnya di jalan nanti.

Sedangkan anak yang dibunuh, anak itu akan nakal serta jahat saat sudah besar kelak. Untuk mencegahnya, sang guru membunuhnya saat masih kecil.

Lalu, tembok yang diperbaiki adalah warisan untuk anak yatim yang perlu dijaga dan inilah akhir dari kebersamaan Nabi Musa serta guru tersebut.

Kisah tentang Nabi Khidir tentunya mengandung pelajaran yang berharga. Pelajaran tersebut adalah tentang akhlak, di mana sebaiknya seseorang bersikap sopan pada ulama serta orang yang lebih tua. Wallahu a’lam bish showab.