5 Kisah Nabi Idris yang Ingin Melihat Surga dan Neraka

Kisah Nabi Idris
image by: muslimidia.com

Waktuku.com – Kisah Nabi Idris bisa menjadi salah satu pelajaran bahwa manusia seharusnya tidak malas belajar.

Sebab, disebutkan bahwa beliau merupakan seorang Nabi yang sangat suka belajar sekaligus mempelajari fenomena alam semesta.

Nabi Idris sendiri merupakan nabi yang kedua yang lahir dari seorang perempuan yang bernama Iqlima.

Beliau adalah keturunan yang keenam dari Nabi Adam yang namanya juga disebutkan dalam Al Qur’an sebagai nabi yang berdakwah pada manusia agar meninggalkan perbuatan yang menentang syariat.

Kisah Nabi Idris Sejak Diutus Berdakwah Hingga Meninggal Dunia

1. Nabi Idris yang Diutus Berdakwah

Nabi Idris yang Diutus Berdakwah
image by: initu.id

Nabi Idris pada awalnya diutus Allah Swt untuk menyebarkan agama Islam di Babilonia, Irak Kuno.

Dalam menjalankan perintah Allah Swt ini, Nabi Idris melarang manusia melakukan kerusakan dan melarang manusia menentang syariat yang dibawa oleh Nabi Adam dan Nabi Syits.

Akan tetapi, dari sekian banyak penduduk yang ada di sana, hanya sedikit saja yang mau mendengarkan dan mengikuti Nabi Idris. Selebihnya adalah orang-orang yang menentang dakwah beliau.

Padahal, Allah Swt menyebutkan bahwasanya Nabi Idris adalah orang yang jujur sesuai dengan yang ada dalam tafsir Al Muyassar.

Mengenai Nabi Idris pula, Allah Swt menyebutkan beliau dalam surat Maryam ayat 56 sebagai berikut.

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

Artinya: Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Nabi Idris kemudian berpindah ke Mesir, sebuah tempat yang banyak penduduknya. Beliau juga mengajak para pengikutnya untuk ikut serta.

Di Mesir, beliau juga berdakwah menyeru manusia agar menyembah hanya kepada Allah Swt.

Dalam berdakwah, Nabi Idris adalah orang yang sangat berhati-hati ketika berbicara. Beliau juga adalah seorang yang selalu menghiasi lisannya dengan bertasbih kepada Allah Swt. Tidak hanya itu, Nabi Idris menunjukkan teladan budi pekerti yang luhur.

Namun beliau juga tidak takut menghadapi umatnya yang masih berada dalam kekafiran. Karena itu, beliau kemudian dikenal sebagai Singa Allah Swt.

Beliau juga mendapat gelar Asadul Usud karena pribadinya yang tidak pernah putus asa manakala Allah Swt memberi perintah untuk menyebarkan agama Islam.

2. Kisah Nabi Idris Kedatangan Tamu Laki-Laki

Kisah Nabi Idris Kedatangan Tamu Laki-Laki
image by: hitamputih.co.id

Suatu ketika, Nabi Idris didatangi oleh seorang laki-laki yang membawa banyak buah-buahan. Sebagaimana tamu, Nabi Idris menawarkan makanan kepada tamu tersebut yang ternyata ditolaknya.

Nabi Idris dan tamunya ini berjalan-jalan menikmati pemandangan sekitar sekaligus berbincang-bincang.

Setelah kebersamaan ini berlangsung selama empat hari, Nabi Idris curiga karena tamu tersebut tidak pernah menyentuh apa yang dihidangkan oleh utusan Allah Swt ini. Karenanya, Nabi Idris kemudian bertanya tentang siapa sebenarnya laki-laki tersebut.

Mendapat pertanyaan itu, sang tamu memberikan jawaban yang sangat mengejutkan. Sebab, tamu tersebut adalah Malaikat Izroil yang tugasnya mencabut nyawa manusia.

Malaikat Izroil menjelaskan bahwa selama empat hari bersama, Malaikat Izroil juga mencabut banyak sekali nyawa.

Kisah Nabi Idris AS ini berlanjut dengan beliau yang menanyakan maksud kedatangan Malaikat Izroil, apakah untuk mencabut nyawa Nabi Idris atau bagaimana.

Dan ternyata, kedatangan Malaikat Izroil tidak lain adalah karena beliau rindu dengan sang nabi dan Allah Swt juga mengizinkan untuk bertemu.

3. Kisah Nabi Idris Dicabut Nyawa

Kisah Nabi Idris Dicabut Nyawa
image by: sindonews.com

Usai percakapan tersebut berlangsung, Nabi Idris kemudian meminta agar Malaikat Izroil mencabut nyawa beliu sendiri lalu menghidupkannya kembali.

Permintaan ini diajukan karena Malaikat Izroil ingin tahu bagaimana sakaratul maut yang disebutkan sakitnya sangat dahsyat.

Permintaan Nabi Idris ini tidak diikuti oleh Malaikat Izroil karena malaikat akan melakukan tugasnya hanya dengan izin Allah Swt.

Kisah Nabi Idris ini berlanjut dengan Allah Swt yang mengabulkan keinginan sang nabi tersebut.

Dengan izin Allah Swt, Malaikat Izroil mencabut nyawa Nabi Idris. Nabi Idris menunjukkan kesakitan akibat sakaratul maut yang membuat Malaikat izroil menangis. Setelah nyawa Nabi Idris dicabut, Allah Swt pun menghidupkan kembali beliau.

Setelah hidup kembali, Nabi Idris menangis sejadi-jadinya karena rasa sakitnya sakaratul maut tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Beliau tidak bisa membayangkan bagaimana jika manusia lain mengalaminya. Beliau pun merasa tidak tega kalau ada umatnya yang harus merasakan hal ini.

Usai kejadian tersebut, Nabi Idris menjadi lebih giat mengajak umatnya untuk berbuat kebaikan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah Swt sekaligus menjauhi larangan-Nya.

4. Kisah Nabi Idris Masuk Surga dan Neraka

Kisah Nabi Idris Masuk Surga dan Neraka
image by: mendongeng.com

Cerita Nabi Idris dengan Malaikat Izroil masih terus berlanjut dengan beliau yang kembali membuat permintaan unik.

Permintaan ini adalah agar Malaikat Izroil membawa beliau melihat surga dan juga neraka.

Dengan izin Allah Swt, Malaikat Izroil membawa Nabi Idris ke neraka. Namun, belum sampai ke neraka, Nabi Idris sudah pingsan lebih dulu karena ada malaikat penjaga neraka yang sosoknya sangat menyeramkan sedang menyeret sekaligus menyiksa para manusia durhaka.

Nabi Idris tidak sanggup melihat siksaan-siksaan yang sangat mengerikan di dalam neraka. Bahkan, tidak ada pemandangan lain yang lebih menakutkan dari pemandangan di neraka ini. Selanjutnya, Malaikat Izroil membawa Nabi Idris menuju ke surga.

Nabi Idris juga nyaris pingsan di sini karena sangat takjub serta terpesona dengan berbagai keindahan yang ada di dalam surga.

Beliau melihat sungai yang sangat bening airnya dan di pinggir sungai tersebut ada pohon yang batangnya terbuat dari emas dan juga perak.

Selain itu, ada juga istana yang diperuntukkan bagi para penghuni surga. Pohon-pohon yang ada di dalam surga juga merupakan pohon yang menghasilkan buah-buahan segar, harum dan juga ranum.

Nabi Idris begitu terlena dengan nikmatnya surga sehingga beliau enggan pada saat Malaikat Izroil mengajak kembali ke bumi.

Akan tetapi, Malaikat Izroil memperingatkan bahwa Nabi Idris bisa merasakan dan tinggal di dalam surga setelah kiamat kelak bersama nabi dan orang sholeh lainnya.

5. Kisah Kematian Nabi Idris

Kisah Kematian Nabi Idris
image by: okezone.com

Kisah Nabi Idris ini ditutup dengan cerita beliau yang meninggal dunia. Namun, mengenai akhir hayat beliau, ada cukup banyak pendapat.

Kalau dalam tafsir Ibnu Katsir, ada pendapat Ibnu Jarir mengenai Kaab yang menceritakan proses meninggalnya beliau.

Kaab mengabarkan bahwa Allah Swt sudah mewahyukan Nabi Idris bahwa amal bagi Nabi Idris akan diangkat setiap harinya dan sebanding dengan semua amal anak-anak Adam.

Selanjutnya, datang malaikat pada Nabi Idris dan di sini beliau meminta supaya ajalnya ditangguhkan.

Hal ini tidak lain karena Nabi Idris berharap supaya amalnya terus bertambah. Pada malaikat yang dekat dengan beliau, Nabi Idris mengatakan permohonannya tentang ajal yang ditangguhkan ini.

Malaikat tersebut kemudian membawa Nabi Idris naik ke langit dan bertemu dengan Malaikat Izroil di langit ke-4.

Malaikat tersebut menyampaikan pesan dari Nabi Idris. Malaikat Izroil bertanya tentang keberadaan Nabi Idris yang sebenarnya sudah ada di pundak malaikat yang membawanya. Melihat ini, keheranan Malaikat Maut sudah terjawab.

Pasalnya, Malaikat Maut ditugaskan untuk mencabut nyawa Nabi Idris di langit keempat sedangkan yang diketahuinya adalah Nabi Idris masih ada di bumi.

Ternyata, utusan Allah Swt ini sudah dibawa oleh malaikat yang lainnya. Pada akhirnya, di langit keempat inilah Nabi Idris dicabut nyawanya.

Kisah Nabi Idris mengandung banyak pelajaran, terutama yang berkaitan dengan kesabaran serta iman kepada Allah Swt. Beliau juga berpesan agar saat berdoa serta memohon sesuatu kepada Allah Swt, agar dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Semoga kisah yang sangat indah ini bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish showab.