4 Kisah Nabi Harun, Saudara Setia yang Selalu Mendampingi Nabi Musa

Kisah Nabi Harun
image by: https://i.ytimg.com/vi/7GrCK3iJ89A/maxresdefault.jpg

Waktuku.com – Kisah Nabi Harun juga merupakan kisah kehidupan nabi yang penuh akan teladan dan inspirasi. Kisah kehidupan beliau tentu saja tidak kalah menariknya dengan kisah perjalanan para nabi lainnya.

Seperti apa kisah Nabi Harun dalam Al-Quran secara lengkap? Artikel ini akan memaparkan perjalanan Nabi Harun, seorang nabi sekaligus saudara setia dari Nabi Musa AS. Pastikan untuk membaca artikel ini hingga akhir agar mendapat alur cerita lengkap perjalanan Nabi Harun!

Mengenal Nabi Harun

Siapa itu Nabi Harun AS? Nabi Harun merupakan saudara yang memiliki umur lebih tua dari Nabi Musa. Nabi Harun juga merupakan keturunan dari Nabi Yaqub.

Nabi Harun adalah anak laki-laki dari Imran bin Quhat. Sementara ibunya bernama Yukabid yang merupakan saudara perempuan dari Quhat atau bibi dari Imran.

Kisah Nabi Harun

Perjalanan Nabi Harun ketika mengemban amanah menjadi seorang nabi tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus ia lalui sebagai seorang nabi sekaligus pendamping dakwah dari Nabi Musa. Seperti apa perjalanan Nabi Harun berdakwah dan mendampingi Nabi Musa?

Berikut ini rangkaian cerita atau kisah teladan Nabi Harun, yaitu:

1. Awal Mula Nabi Harun Menjadi Pendamping Nabi Musa

Nabi Harun Menjadi Pendamping Nabi Musa
image by: viva

Nabi Harun bisa menjadi pendamping dakwah Nabi Musa karena permintaan Nabi Musa kepada Allah.

Saat itu Nabi Musa memang tidak begitu fasih berbicara. Beliau pun berdoa kepada Allah agar menjadikan Nabi Harun AS sebagai pendamping dalam perjalanan dakwahnya.

“Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikankanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,” (Q.S Thaha: 29-33).

Allah SWT pun mengabulkan doa dari Nabi Musa dan menjadikan Nabi Harun bukan hanya sebagai saudaranya, tetapi juga sebagai pendamping dalam perjalanan dakwah Nabi Musa.
Nabi Harun bersama Nabi Musa pun melakukan dakwah kepada Firaun dan Bani Israil.

Selama menemani Nabi Musa, mukjizat Nabi Harun adalah fasih dalam berbicara. Selain itu, beliau juga memiliki pribadi yang santun dan setia.

2. Kisah Perjalanan Nabi Harun dan Nabi Musa Menghadapi Firaun

Perjalanan Nabi Harun dan Nabi Musa Menghadapi Firaun
image by: islami.co

Nabi Musa dan Nabi Harun diutus Allah untuk menyelamatkan kaum Bani Israil dari penindasan dibawah pimpinan Raja Firaun. Firaun memang dikenal sebagai sosok raja yang kejam dan mengaku bahwa dirinya adalah Tuhan.

Ketika akan menemui Firaun, Nabi Harun dan Nabi Musa sempat merasa takut. Namun, rasa takut itu segera dihapus oleh firman Allah. Allah SWT memberikan jaminan bahwa mereka berdua akan selalu dijaga, dilindungi, dan dipelihara oleh Allah.

“Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, ‘Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk’.” (QS.Taha 20:47).

Ketika bertemu dengan Nabi Musa dan Nabi Harun, Firaun dengan sombongnya tidak percaya dengan semua perkataan kedua nabi tersebut. Firaun menganggap Nabi Musa dan Nabi Harun adalah orang gila yang berbicara ngelantur.

Nabi Harun dan Nabi Musa tentu saja terus berusaha menyampaikan dakwah kepada Firaun agar ia bertobat dan membebaskan Bani Israil dari penindasan. Namun, pada akhirnya Firaun menantang Nabi Musa dan Nabi Harun untuk melawan para ahli sihirnya.

Tentu saja pertandingan tersebut dimenangkan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun atas kuasa Allah SWT. Para penyihir yang tadinya melawan mereka bahkan bertobat dan menyembah Allah SWT. Pengikut Nabi Musa dan Nabi Harun pun semakin bertambah.

Firaun merasa marah dan kesal setelah dikalahkan. Nabi Musa dan Nabi Harun akhirnya berhasil menyelamatkan Bani Israil dari penindasan Raja Firaun yang kejam.

3. Kisah Nabi Harun Memimpin Bani Israil

Kisah Nabi Harun Memimpin Bani Israil
image by: republika.co.id

Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun berhasil menyelamatkan Bani Israil, mereka semua melakukan perjalanan menuju tanah yang telah dijanjikan Allah. Perjalanan yang harus ditempuh merupakan perjalanan yang sangat panjang.

Ketika memimpin Bani Israil untuk tetap bertakwa dan menyembah Allah SWT, Nabi Musa harus pergi sementara ke Bukut Sinai. Beliau pun akhirnya meminta Nabi Harun untuk menjadi pemimpin sementara Bani Israil ketika Nabi Musa harus pergi sementara waktu.

Perjalanan Nabi Harun dalam memimpin Bani Israil tidaklah mudah. Muncullah sosok bernama Samiri di antara Bani Istrail yang membujuk dan mempengaruhi orang-orang untuk menyembah berhala. Ia membuat patung sapi dari emas yang disembah dan dianggap sebagai tuhan.

Melihat hal tersebut tentu saja Nabi Harun tidak tinggal diam. Beliau berusaha keras memperingatkan Samiri dan para pengikutnya untuk tidak menyembah patung sapi. Beliau juga terus mengingatkan hanya Allah SWT yang patut disembah.

Namun, peringatan Nabi Harun tidak mempengaruhi Samiri dan para pengikutnya. Mereka tetap menyembah patung sapi yang terbuat dari emas tersebut. Mereka juga menganggap bahwa Nabi Harun adalah sosok yang lemah.

Pada akhirnya, Nabi Musa pun kembali kepada kaumnya. Beliau marah besar karena melihat perilaku Samiri dan pengikutnya yang menyembah patung sapi emas. Beliau juga sempat marah kepada Nabi Harun yang dianggap tidak dapat menjaga amanah.

Nabi Harun pun menjelaskan bahwa semua terjadi karena pengaruh Samiri. Beliau juga menjelaskan bahwa sudah berusaha keras memperingatkan kaum Bani Israil, tetapi mereka malah tidak mendengarkannya dan berusaha membunuh Nabi Harun.

Nabi Musa pun sadar bahwa Nabi Harun sudah berusaha dengan keras untuk memperingatkan umatnya. Beliau juga merasa tenang karena mengetahui Nabi Harun tidak berbuat syirik dan tetap setia menyembah Allah SWT.

Nabi Musa pun akhirnya meminta ampun kepada Allah SWT atas kelalaiannya dan saudaranya.

“Dia (Musa) berdoa, ‘Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang’.” (Q.S. al-A’rad/7:151).

Nabi Musa menemui Samiri dan para pengikutnya. Beliau menghancurkan semua patung sapi emas yang menjadi sesembahan.

Beliau pun mengusir Samiri dan para pengikutnya. Samiri juga mendapat azab siksa dunia. Tubuhnya akan demam dan panas ketika orang lain menyentuhnya maupun ketika ia berusaha menyentuh orang lain.

Setelah itu, Nabi Musa dan Nabi Harun kembali memperingatkan Bani Israil untuk kembali bertobat dan hanya menyembah Allah SWT.

4. Wafatnya Nabi Harun

nabi harun wafat
image by: suaramuhammadiyah.id

Nabi Harun tetap setia menjadi pendamping Nabi Musa selama memimpin Bani Israil. Keduanya tetap berusaha memperingatkan dan menjaga agar kaum Nabi Israil tetap menyembah Allah dan mengikuti semua syariat Allah.

Suatu saat Nabi Harun, Nabi Musa, dan rombongan Bani Israil memasuki kawasan Kanaan dan mendapatkan penolakan.

Mereka pun akhirnya pergi ke suatu daerah dan sampai di Gunung Hor yang ada di kawasan perbatasan Edom.

Bersama dengan Nabi Musa, Nabi Harun dan putranya mendaki Gunung Hor. Namun, ketika sampai di puncak Gunung Hor, Nabi Harun meninggal dunia.

Tidak hanya Nabi Musa yang merasa kehilangan, seluruh kaum Bani Israil juga merasa sedih atas meninggalnya Nabi Harun.

Teladan dari Perjalanan Hidup Nabi Harun

Kisah Nabi Harun memberikan banyak pelajaran hidup yang patut untuk diteladani. Apa yang dapat diteladani dari kisah Nabi Harun AS?

Berikut ini beberapa pesan moral atau pembelajaran yang diperoleh dari perjalanan kehidupan Nabi Harun AS, yaitu:

– Sikap setia terhadap ajaran Allah SWT.

– Usaha dan kerja keras dalam mengajak orang lain tetap bertakwa dan hanya menyembah Allah SWT.

– Berusaha dengan semaksimal mungkin dalam menjaga amanah yang diberikan kepadanya.

– Tidak menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya.

– Memiliki rasa persaudaraan yang sangat erat kepada saudaranya.

– Memiliki rasa dan sikap saling tolong menolong dalam melakukan perbuatan baik.

– Meskipun memiliki kelebihan, ia tetap tidak sombong.

– Tidak memiliki sikap pendendam kepada saudaranya.

– Tidak memiliki sikap iri hati kepada saudaranya.

– Menggunakan kelebihan yang dimilikinya untuk hal-hal baik.

Kisah Nabi Harun dalam perjalanan dakwahnya mendampingi Nabi Musa tentu saja memiliki banyak pesan berharga.

Teladan Nabi Harun menjadi pendamping yang setia dengan karakteristiknya yang baik dapat dijadikan sebagai teladan yang penuh inspirasi bagi kaum muslim.