6 Kisah Nabi Adam Diciptakan dengan Wujud yang Sempurna

Kisah Nabi Adam
image by: kompasiana.com

Waktuku.com – Kisah Nabi Adam berhubungan dengan Siti Hawa dan ini merupakan kisah yang sangat menarik untuk disampaikan kepada anak.

Nabi Adam yang merupakan manusia pertama diciptakan dari tanah oleh Allah Swt dan beliau diciptakan dengan wujud yang sempurna serta lengkap.

Allah Swt juga memuliakan Nabi Adam dengan memberikan pengetahuan mengenai alam semesta.

Pengetahuan ini pula yang menjadi mukjizat Nabi Adam dan berikut beberapa penggal kisah beliau mulai dari penciptaan hingga saat beliau turun dan hidup di bumi.

Kisah Nabi Adam Mulai Dari Penciptaan Hingga Kehidupannya di Bumi

1. Kisah Penciptaan Nabi Adam

Kisah Penciptaan Nabi Adam
image by: sindonews.com

Kisah Nabi Adam AS diawali dengan penciptaan beliau. Disebutkan di dalam Al Qur’an bahwasanya Allah Swt memberitahu malaikat bahwasanya akan diciptakan makhluk yang disebut dengan manusia. Makhluk ini yang nantinya akan menjadi khalifah di bumi.

Mengetahui hal itu, malaikat melayangkan protes karena malaikat yakin kalau manusia nanti hanya akan membawa bencana untuk bumi.

Manusia akan melakukan hal-hal yang tidak baik seperti permusuhan, pertumpahan darah serta berbuat kerusakan.

Para malaikat merasa bahwa ciptaan Allah Swt sudah cukup mereka saja karena mereka akan selalu mengagungkan Allah Swt.

Mendapat protes dari malaikat, Allah Swt berfirman bahwa hanya Dia yang akan mengetahui apa saja yang tidak diketahui oleh malaikat.

Usai diciptakannya manusia yang terbuat dari tanah dan disebut dengan Adam, Allah Swt kemudian memerintahkan malaikat sekaligus iblis untuk bersujud kepadanya. Saat mendapatkan perintah tersebut, hanya malaikat yang mematuhinya.

Meskipun malaikat dibuat dari cahaya, mereka tidak enggan untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Sementara iblis yang dibuat dari api, dia merasa bahwa derajatnya lebih tinggi sehingga menolak untuk bersujud seperti malaikat. Dalam anggapannya, Nabi Adam yang dibuat dari tanah lebih hina dari dirinya.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat Al-Baqoroh ayat 34 berikut.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

2. Allah Swt Murka Terhadap Iblis

Allah Swt Murka Terhadap Iblis
image by: dream.co.id

Kelanjutan kisah Nabi Adam menyebutkan bahwasanya Allah Swt murka terhadap iblis yang membangkang.

Allah Swt kemudian menghukum iblis dengan mengeluarkannya dari surga. Bukannya bertobat, iblis malah bersikap sombong sekalipun diberikan hukuman.

Bahkan iblis mengucapkan sumpah bahwasanya ia akan menggoda Nabi Adam beserta keturunannya supaya berada di jalur yang sesat. Hal ini dilakukan karena iblis ingin agar ada yang menemaninya di neraka kelak.

3. Kisah Nabi Adam dan Penciptaan Siti Hawa

Kisah Nabi Adam dan Penciptaan Siti Hawa
image by: tribunnews.com

Berada di surga, Nabi Adam memiliki segalanya dan beliau juga bisa menikmati berbagai hal yang ada di dalamnya.

Namun, meskipun memiliki segalanya, Nabi Adam tetap merasa kesepian. Hal ini membuat Nabi Adam menginginkan teman guna menemani hari-harinya.

Mengetahui Nabi Adam merasa kesepian, Allah Swt kemudian menciptakan Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam saat beliau tertidur.

Nabi Adam begitu bahagia dengan kehadiran Hawa dan Allah Swt juga mengizinkan sepasang manusia ini menikmati berbagai hal yang ada di dalam surga.

Namun, ada satu hal yang Allah Swt tidak izinkan, yakni pohon khuldi. Apabila Nabi Adam dan Hawa sampai mendekati pohon ini, maka keduanya termasuk orang yang dhalim. Larangan ini yang kemudian dimanfaatkan oleh iblis untuk menggoda Nabi Adam dan juga Hawa.

4. Nabi Adam Memakan Buah Khuldi Bersama Siti Hawa

Nabi Adam Memakan Buah Khuldi Bersama Siti Hawa
image by: abadikini.com

Iblis membisikkan keistimewaan pohon khuldi sebagai awal rayuannya. Iblis juga mengatakan bahwasanya Allah Swt melarang Nabi Adam dan Hawa memakan buah pohon tersebut karena Dia tidak ingin dua manusia ini kekal.

Dengan usaha iblis yang begitu ulet dalam membujuk, akhirnya Nabi Adam dan Hawa pun tergoda. Nabi Adam dan Hawa tergoyahkan oleh rayuan iblis yang membuat keduanya tidak taat pada perintah Allah Swt.

Saat memakan buah pohon yang dilarang tersebut, terjadi suatu hal yang memalukan, yakni Nabi Adam dan Hawa menjadi telanjang.

Tidak hanya itu, Nabi Adam juga merasakan sakit perut dan merasa ingin buang hajat. Namun Nabi Adam juga bingung, surga itu tempat yang suci, apakah pantas kalau dikotori.

Allah Swt kemudian menyindir Nabi Adam atas keinginan tersebut dan juga menyindir perihal ketidaktaatannya. Karena merasa berdosa, Nabi Adam memohon ampun dan bertaubat kepada Allah Swt.

Namun, meskipun sudah bertaubat, Allah Swt tetap menghukum Nabi Adam dan Hawa. Hukumannya adalah turun ke bumi, karena Allah Swt memang memaksudkan penciptaan manusia adalah untuk menjadi pemimpin di bumi, bukan di surga.

5. Kisah Nabi Adam Turun ke Bumi Bersama Siti Hawa

Kisah Nabi Adam Turun ke Bumi Bersama Siti Hawa
image by: sindonews.com

Kisah Nabi Adam di surga berakhir dengan diturunkannya beliau ke bumi bersama dengan Hawa. Namun, Nabi Adam dan Hawa diturunkan di tempat yang berbeda. Akibatnya, mereka berdua menjadi bingung dan merasa sedih.

Akan tetapi, di balik kesedihan tersebut Nabi Adam dan Hawa tetap yakin bahwa akan saling bertemu lagi.

Empat puluh hari setelahnya, Allah Swt mempertemukan Nabi Adam dan Hawa di Jabal Rahmah. Mulai dari sini, Nabi Adam dan Hawa menjalankan kehidupan baru sebagai manusia.

Nabi Adam dan Hawa turun ke bumi dengan membawa dosa dan disebutkan bahwasanya Allah Swt menghukum Nabi Adam susah payah dalam mencari nafkah. Sementara Hawa dihukum dengan rasa sakit tatkala melahirkan anak-anaknya.

Nabi Adam dan Hawa lalu belajar bercocok tanam sekaligus belajar tentang cara bertahan hidup di bumi.

Hawa kemudian juga melahirkan anak-anaknya dan Allah Swt memperlihatkan kuasa-Nya, yaitu setiap Hawa melahirkan, bayinya selalu kembar.

Kisah Nabi Adam serta Hawa yang tidak taat pada perintah Allah Swt ini menjadi bukti bahwa tidak taat pada Sang Pencipta hanya akan melahirkan keburukan. Ini sekaligus menjadi alarm bagi umat manusia yang mendiami bumi.

6. Kehidupan Nabi Adam di Bumi Bersama Hawa

Kehidupan Nabi Adam di Bumi Bersama Hawa
image by: popmama.com

Kembali mengulik peristiwa turunnya Nabi Adam dan Hawa ke bumi, ada cerita yang menarik.

Disebutkan bahwasanya mereka berdua turun ke bumi hanya dengan mengenakan daun-daun untuk menutupi tubuh.

Sesampainya di bumi, daun-daun tersebut kering dan rontok. Setelah Nabi Adam dan Hawa bertemu usai terpisah selama beberapa waktu, Allah Swt memberikan 2 pasang domba, 2 pasang kambing serta 8 pasang lembu.

Allah Swt juga mengajarkan cara memerah susu dari hewan-hewan tersebut dan susu ini bisa untuk mereka minum.

Allah Swt kemudian memerintahkan Nabi Adam untuk memanfaatkan bulu-bulu hewan tersebut sebagai pakaian.

Sedangkan untuk melindungi tubuh dari rasa panas dan juga rasa dingin, Nabi Adam bergegas menebang pohon.

Kayu dari pohon tersebut dimanfaatkan untuk membangun rumah. Di samping itu, beliau juga membuat sumur guna mengambil air.

Hawa juga merasakan proses mengandung dan saat waktu melahirkan sudah tiba, beliau merasakan sakitnya.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, setiap kali mengandung, Hawa selalu mengandung anak kembar dan disebutkan bahwa Hawa melahirkan hingga 200 orang anak.

Semua anak tersebut dilahirkan kembar kecuali Syits. Anak cucu Nabi Adam juga terus bertambah dan ketika sudah berkembang seperti ini, terjadi pertengkaran serta pertikaian.

Untuk mengatasinya, Allah Swt memberikan Nabi Adam tongkat dari surga untuk digunakan mendidik mereka.

Kisah Nabi Adam menjadi petunjuk bahwa membantah perintah Allah Swt dan melakukan apa yang dilarang oleh-Nya hanya akan mendatangkan ketidaktenangan dan keburukan.

Semoga kisah beliau ini menjadi inspirasi yang akan selalu mengingatkan manusia bahwa Sang Pencipta yang harus ditaati.
Wallahu a’lam bish showab.