2 Doa Nabi Zakaria Memohon Keturunan yang Baik

Doa Nabi Zakaria
image by: darul-arqam.org.sg

Waktuku.com – Doa Nabi Zakaria dikenal memiliki keutamaan untuk mendapatkan keturunan yang soleh. Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya juga diabadikan di dalam Al Quran seperti berbagai doa nabi dan rasul yang lain.

Setiap nabi dan rasul memiliki kisah mereka sendiri dan menghadapi ujian serta cobaan yang berbeda. Nabi Zakaria dalam kisahnya diceritakan diberi ujian oleh Allah SWT lewat keturunan.

Ia dan istrinya tak kunjung dikaruniai anak hingga usia mereka sudah senja. Nabi Zakariya pun merasa khawatir mengenai siapa yang akan melanjutkan perjuangan dakwahnya nanti.

Oleh karena itulah Nabi Zakaria terus berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keturunan. Doa Nabi Zakaria tersebut dapat diamalkan untuk umat Islam agar mendapatkan keturunan yang terbaik.

2 Doa Nabi Zakaria

1. Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan dan Ahli Waris

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan dan Ahli Waris
image by: news.byu.edu

Doa Nabi Zakaria yang pertama adalah saat dirinya meminta diberikan keturunan dan ahli waris yang sebaik-baiknya.

Doa ini terdapat dalam surat Al-Anbiya. Bacaannya adalah sebagai berikut:

Wa zakariyyaa idz naadaa rabbahu rabbi laa tadzarni fardaw wa anta khairul waaritsiin.

Artinya: “(Ingatlah) ketika Zakariya berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris’.” (QS Al-Anbiya: 89).

2. Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Baik

Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Baik
image by: pediatricsoffranklin.com

Selanjutnya adalah doa Nabi Zakaria saat terkagum ketika melihat kemuliaan dan kecerdasan dari Maryam. Ia pun meminta agar Allah SWT memberikannya keturunan yang terbaik. Lafaz doanya adalah seperti berikut ini:

Rabbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thayyibah innaka samii’ud du’aa

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

4 Adab Doa Nabi Zakaria

Nabi Zakaria tidak hanya gigih dalam berdoa meminta keturunan, namun dirinya juga berdoa dengan adab yang baik kepada Allah SWT. Setidaknya ada 4 adab yang dilakukan oleh Nabi Zakaria saat berdoa.

1. Berdoa dengan Suara yang Lembut

Berdoa dengan Suara yang Lembut
image by: freepik.com

Adab pertama adalah Nabi Zakaria selalu berdoa dengan menggunakan suara yang lembut dan perlahan. Ia menyamarkan suaranya ketika berdoa. Hal ini terdapat dalam surat Maryam ayat 3.

Idz naadaa rabbahu nidaa ‘an khafiyyaa

Artinya: “Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.’

2. Mengakui Kelemahan di Hadapan Allah SWT

Mengakui Kelemahan di Hadapan Allah SWT
image by: aleteia.org

Nabi Zakaria dalam berdoa juga menempatkan dirinya sebagai hamba yang lemah dan tidak memiliki kekuasaan di hadapan Allah SWT.

Qaala rabbi innii wahanal ‘azmu minnii wasyta’alarra’su syaibaw wa lam akum bidu’aa ‘ika rabbi syaqiyyaa

Artinya: “Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS Maryam: 4).

3. Menjelaskan Sebab Permohonannya

Saat berdoa, Nabi Zakaria juga menjelaskan sebab yang menjadi permohonannya. Sebab itu pun merupakan hal yang syar’i dan memiliki sisi baik.

Wa innii khiftul mawaaliya miw waraa’ii wa kaanatimra’atii ‘aaqiran fa hab lii mil ladunka waliyyaa

Artinya: “Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.” (QS Maryam: 5).

Pada doa yang satu ini, Nabi Zakaria tak hanya menceritakan kekhawatirannya kepada Allah SWT, namun juga menyebutkan bahwa istrinya berada dalam kondisi mandul.

4. Meminta Keturunan dengan Alasan yang Baik

Nabi Zakaria memohon keturunan bukan agar dirinya bisa membanggakan dan menyombongkan diri di hadapan manusia. Ia meminta dikaruniai keturunan demi meneruskan dakwah di jalan Allah SWT.

Yarisunii wa yarisu min aali ya’quba waj’al hu rabbi radiyyaa

Artinya: “Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS Maryam: 6).

Dikabulkannya Doa Nabi Zakaria

Karena kegigihan dan ketekunannya dalam berdoa, Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Zakaria. Kabar gembira bahwa doa sang nabi dikabulkan dibawa oleh malaikat Jibril saat Nabi Zakaria sedang melakukan salat.

Fa naadat hul malaa’ikatu wa huwa qaa’imuy yusallii fil-mihraabi annallaaha yubasysyiruka biyahyaa musaddiqam bikalimatim minallaahi wa sayyidaw wa hasuraw wa nabiyyam minas saalihiin

Artinya: “Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan slat mihrab, (katanya):

‘Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.'” (QS Ali Imran: 39).

Kabar gembira yang didapatkan oleh Nabi Zakaria tersebut juga terdapat di surat Maryam ayat 7.

Yaa zakariyyaa innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhu yahyaa lam naj’al lahu min qablu samiyyaa

Artinya: “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang bernama Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS Maryam: 7).

Usai kabar bahagia tersebut, Nabi Yahya pun terlahir. Kelahiran Nabi Yahya sempat membuat nabi Zakariya merasa bingung dan tidak percaya. Hal itu dikarenakan ia dan istrinya sudah berada di usia senja, ditambah lagi sang istri memiliki kondisi mandul.

Apa yang dirasakan oleh Nabi Yahya saat itu juga diabadikan dalam surat Maryam.

Qaala rabbi annaa yakunu li gulaamuw wa kaanatimra’ati ‘aaqiraw wa qad balagtu minal kibari ‘itiyyaa. Qaala kadzalik, qaala rabbuka huwa ‘alayya hayinuw wa qad khalaqtuka min qalbu wa lam taku syai’aa

Artinya: “Zakaria berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua’. Allah berfirman: ‘Demikianlah’.

Allah berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku, sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali’.” (QS Maryam: 8-9)

Alasan Doa Nabi Zakaria Dikabulkan

Dalam surat Al-Anbiya ayat 89-90, disebutkan alasan mengapa Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Zakaria.

Wa zakariyyaa idz naadaa rabbahu rabbi laa tadzarni fardaw wa anta khairul waaritsiin.

Fastajabnaa lahu wa wahabnaa lahu yahyaa wa aslahnaa lahu zaujah, innahum kaanu yusaari’una fil khairaati wa yad’unanaa ragabaw wa rahabaa, wa kaanu lanaa khaasyi’iin.

Artinya: “(Ingatlah) ketika Zakaria berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris’.

Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.”

Dalam ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada tiga alasan yang membuat doa Nabi Zakaria akhirnya dikabulkan.

Pertama adalah Nabi Zakaria dan istrinya selalu bersegera untuk berbuat kebaikan. Mereka tidak menunda-nunda saat hendak melakukan hal yang baik.

Kedua, Nabi Zakaria dan keluarganya memohon kepada Allah SWT setiap saat, saat suka maupun duka dan memohon dengan penuh harap dan rasa takut.

Ketiga, saat berdoa, Nabi Zakaria melakukannya dengan khusyu dan hati yang tunduk sepenuhnya kepada Allah SWT.