3 Doa Nabi Ayub Beserta Kisahnya Lengkap dengan Hikmah yang Terkandung

Doa Nabi Ayub
image by: syahida.com

Waktuku.com – Doa Nabi Ayub memiliki keutamaan dan khasiat tersendiri apabila diamalkan dengan khusyuk. Doa ini menjadi salah satu doa para nabi yang diabadikan di dalam Al Quran.

Nabi Ayub sendiri merupakan utusan Allah SWT yang terkenal akan kesabarannya. Ia juga mendapatkan ujian yang sangat berat berupa penyakit. Namun, sang nabi berusaha melewatinya dengan sabar dan doa.

Selain sifat-sifatnya yang patut kita teladani, doa Nabi Ayub juga sangat bermanfaat untuk dihafalkan. Lantas, seperti apa bacaan doa Nabi Ayub? Yuk, simak di bawah ini.

Bacaan Doa Nabi Ayub dan Kisahnya

1. Doa Nabi Ayub

Bacaan Doa Nabi Ayub
image by: portaljember.pikiran-rakyat.com

Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ayub diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al Anbiya ayat 83. Doa ini selalu dibaca oleh Nabi Ayub selama menghadapi ujian berupa penyakit. Bacaan doa Nabi Ayub tersebut adalah sebagai berikut:

Robbi innii massaniyadh dhurru wa anta arhamur-roohimiin

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Selama menghadapi sakitnya, Nabi Ayub tak henti-hentinya membaca doa tersebut dan memohon agar diberikan kesembuhan dari penyakitnya itu.

Tak hanya gigih, ia juga menggunakan adab yang baik dalam berdoa dan memohon agar diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Dengan ketaqwaan dan kesantunan yang dimilikinya, Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Ayub. Melalui firman yang diturunkan-Nya, Allah pun menjawab doa yang dipanjatkan Nabi Ayub sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al Anbiya ayat 84.

Fastajabnaa lahu fa kasyafnaa maa bihii min durriw wa aatainaahu ahlahu wa mislahum ma’ahum rahmatam min ‘indinaa wa zikraa lil aabidiin

Artinya: “Maka Kami pun memperkenankan semuanya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya padanya

Dan Kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”

Doa Nabi Ayub di atas tentunya dapat diamalkan oleh umat Islam, terutama yang sedang diuji dengan penyakit pada tubuhnya.

Kita dapat mencontoh bagaimana kesabaran dan kegigihan Nabi Ayub dalam menghadapi ujian berupa penyakit. Sehingga doa di atas dapat dibaca dengan rutin sambil meyakini bahwa penyakit.

2. Kisah Nabi Ayub

Kisah Nabi Ayub
image by: sindonews

Nabi Ayub dikenal sebagai salah satu utusan Allah SWT yang diberikan cobaan paling berat. Nabi Ayub adalah seseorang yang awalnya diberikan banyak nikmat oleh Allah SWT. Ia memiliki harta kekayaan yang sangat melimpah.

Dirinya pun dikaruniai seorang istri yang cantik, setia, dan juga salihah. Tak hanya itu, Nabi Ayub juga memiliki banyak keturunan. Ia disebutkan memiliki 12 orang anak yang semuanya adalah laki-laki.

Akan tetapi, Allah SWT kemudian memberikan ujian kepada Nabi Ayub, di mana semua kenikmatan berupa harta kekayaan yang melimpah itu diambil darinya. Nabi Ayub pun akhirnya jatuh ke dalam kemiskinan.

Sementara itu, anak-anaknya yang dahulu begitu sehat dan bugar, mengalami jatuh sakit hingga akhirnya meninggal.

Kesehatan Nabi Ayub pun juga diuji oleh Allah SWT. Ia diberikan penyakit yang membuat perawakannya yang tadinya tampan dan gagah menjadi berubah dengan drastis.

Penyakitnya itu pun bahkan membuatnya dijauhi dan akhirnya diusir oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka takut penyakit Nabi Ayub itu akan menular ke orang lain di sekitarnya.

Penyakit yang dialami Nabi Ayub memang sangat parah. Ia terkena sejenis penyakit kulit yang membuat kulitnya mengeluarkan nanah. Penyakit itu pun bahkan membuat rambutnya rontok dan berguguran.

Akhirnya hanya tinggal istrinya yang setia saja yang terus berada di samping Nabi Ayub dan menemaninya. Sang istri pun membawa nabi Ayub ke desa lain. Akan tetapi, Nabi Ayub dan istrinya tak diterima dan terus diusir oleh warga desa yang mereka datangi.

Namun, rupanya di kemudian hari sang istri juga meninggalkan Nabi Ayub. Hal itu karena istrinya tersebut tergoda oleh setan yang membujuknya untuk meninggalkan suaminya itu.

Nabi Ayub sudah meminta sang istri untuk bersabar dan berusaha bersyukur di tengah ujian yang sedang mereka hadapi. Akan tetapi karena sudah termakan godaan setan, istrinya yang bernama Siti Rahmah itu pun tidak mendengarkan perkataan Nabi Ayub.

Siti Rahmah tetap memilih untuk pergi meninggalkan Nabi Ayub seorang diri. Melihat hal itu, Nabi Ayub merasa sangat kecewa pada istrinya.

Kekecewaan itu sampai membuat Nabi Ayub bersumpah untuk mencambuk istrinya sebanyak 100 kali jika nanti ia sudah diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

Dalam kesendiriannya, Nabi Ayub pun terus berusaha dan diiringi dengan doanya yang tidak pernah putus untuk meminta kesembuhan pada Allah SWT.

Doa dan ikhtiar yang dilakukan Nabi Ayub pun akhirnya membuahkan hasil. Ia akhirnya dapat sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.

Saat sudah sembuh dari penyakitnya itu, sang istri pun kembali datang dan meminta maaf. ia menyesal karena sudah tergoda setan dan tidak bersabar, sehingga meninggalkan Nabi Ayub sendirian.

Meski begitu, Nabi Ayub teringat akan sumpahnya untuk mencambuk sang istri hingga 100 kali. Namun, Nabi Ayub rupanya merasa tak sampai hati untuk menyakiti istrinya itu.

Sehingga kemudian Allah SWT pun menurunkan firman-Nya kepada Nabi Ayub, dan memerintahkan sang nabi untuk mengambil seikat rumput untuk mencambuk istrinya tersebut. Hal itu tertera dalam surat Shad yang berbunyi:

Wa khuz biyadika digh-tsan fadhrib bihii wa laa tahnas innaa wajadnaahu saabiraa ni’mal ‘abd innahuu awwab

Artinya: “Dan ambillah dengan taganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS Shad: 44)

3. Hikmah Kisah Nabi Ayub

Hikmah Kisah Nabi Ayub
image by: iainsurakarta.ac.id

Kisah Nabi Ayub dalam menghadapi ujian yang begitu berat tentu mengandung hikmah yang bisa dijadikan pelajaran. Berikut ini beberapa hikmah yang bisa dipetik dan diteladani dari Nabi Ayub:

1. Hendaknya kita beriman kepada Allah SWT dengan benar dan tidak berprasangka buruk kepada Allah saat mendapatkan ujian. Sebaiknya kita meyakini bahwa semua yang terjadi adalah ketentuan Allah dan pasti ada sebabnya.

2. Saat menghadapi sebuah ujian yang datang, sebaiknya kita menghadapinya dengan sabar dan penuh takwa. Ujian tersebut hendaknya dilewati dengan ikhtiar semaksimal mungkin, sambil terus berdoa seperti yang dilakukan oleh Nabi Ayub.

3. Selalu mengingat bahwa ujian yang dihadapi tidak akan bertahan selamanya, pasti ada waktu di mana ujian tersebut akan berakhir. Selain itu, dalam setiap kesulitan nantinya akan ada kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT bagi orang yang bersabar.

4. Apabila mengalami ujian yang berupa penyakit, hendaknya kita mengingat bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Selain itu, penyakit tersebut pun tentu bisa sembuh dengan kuasa yang dimiliki Allah SWT.

5. Saat menjadi seorang suami atau istri, alangkah baiknya jika kita senantiasa menemani pasangan kita tersebut dalam masa-masa sulit yang dihadapinya dan tidak meninggalkannya sendirian.