2 Doa Nabi Adam untuk Meminta Ampunan Lengkap dengan Adab Berdoa

Doa Nabi Khidir Terhindar dari Kesulitan dan Dilapangkan Rezeki
image by: detik.com

Waktuku.com – Doa Nabi Adam adalah doa yang dibaca untuk memohon ampun dan taubat kepada Allah SWT. Nabi Adam sebagai nabi dan manusia pertama, harus merasakan diusir dari surga karena melanggar perintah Allah SWT.

Nabi Adam kemudian berdoa dan memohon ampun setelah mengetahui bahwa ia dan Hawa akan diusir dari surga. Kemudian, saat sudah sampai ke bumi, Nabi Adam kembali memanjatkan doa dan meminta ampunan.

Doa-doa tersebut dapat juga diamalkan oleh umat Islam saat ingin bertaubat dan mengharap ampunan atas semua kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Apa saja bacaan doa Nabi Adam tersebut? Berikut ini pembahasannya.

Bacaan Doa Nabi Adam

1. Doa Nabi Adam Untuk Memohon Ampun

Doa Nabi Adam Untuk Memohon Ampun
image by: suaramerdeka.com

Doa Nabi Adam yang pertama adalah untuk memohon ampun pada Allah SWT. Nabi Adam dan Hawa yang awalnya hidup damai di surga, tergoda untuk melanggar larangan Allah SWT untuk tidak memakan buah khuldi.

Itu menjadi kesalahan besar yang dilakukan sehingga membuat Nabi Adam dan Hawa akhirnya dikeluarkan dari surga. Oleh karena itulah Nabi Adam langsung membaca doa untuk memohon ampunan.

Lafaz doa yang dibaca oleh Nabi Adam diabadikan dalam surah Al Araf ayat 23, dan bunyinya adalah sebagai berikut:

Robbana zholamna anfusana wa il lam tagfir lanaa wa tar hamnaa lanakunanna minal khaasiriin

Artinya: Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Dalam tafsir dari Imam At-Thabari, dijelaskan mengenai maksud dari kalimat ‘menzalimi diri sendiri’ adalah bentuk penyesalan Nabi Adam. ia merasa telah melakukan perbuatan buruk yang merugikan dirinya sendiri.

Selain itu, dalam doa yang diucapkan oleh Nabi Adam tersebut terdapat bagian di mana ia meminta supaya taubatnya diterima oleh Allah SWT.

Hal itu terlihat dalam kalimat ‘wa tarhamna lanakunanna minal khasirin’. Kalimat itu menunjukkan bahwa Nabi Adam memohon agar dirinya dan Hawa diampuni, karena jika tidak diampuni maka mereka akan menjadi hamba yang merugi.

2. Doa Nabi Adam Ketika Sampai di Bumi

Doa Nabi Adam Ketika Sampai di Bumi
image by: risalahislam.com

Usai dikeluarkan dari surga, Nabi Adam pun akhirnya sampai di bumi. Sesampainya di bumi, dikisahkan bahwa Nabi Adam kemudian memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali. Ia juga kemudian melakukan shalat sebanyak dua rakaat.

Setelah itu, Nabi Adam menghampiri multazam atau dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Di situlah ia membaca doa Nabi Adam sebagai berikut:

Allahumma innaka ta’lamu sirri wa ‘alaniyyati, faqbal ma’dzirati. Wa ta’lam ma fi nafsi faghfir li dzunubi. Wa ta’lam hajati fa a’thini suali.

Allahumma inni as’aluka imanan ubasyir qalbi, wa yaqinan shadiqan hatta a’lama annahu la yushibuni illa ma katabtu li, war ridha bima qadhaita ‘alayya

Artinya: “Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat. Aku ridha terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku.”

Doa Nabi Adam tersebut kemudian mendapatkan jawaban dari Allah SWT yang menerima taubat Nabi Adam. Jawaban yang diberikan Allah adalah seperti di bawah ini:

“Hai Adam, Aku telah menerima taubatmu dan telah aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya,

Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menginginkannya.”

Pada kitab Al-Maslkul Qoriib yang ditulis oleh Al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir, terdapat tambahan dalam doa Nabi Adam tersebut, yang artinya:

“Ya Allah panjangkanlah umurkku dalam ketaatan kepada-Mu dan mengenal-Mu, dan penuhilah hatiku dengan keyakinan yang mana dengannya menjadi ringanlah segala musibah dunia.

Dan ringankanlah atasku sakaratul maut, dan tutuplah usiaku dengan keadaan yang terbaik, dan rizkikanlah aku pertemanan dengan Nabi-Mu Muhammad – semoga Allah selalu melimpahkan salawat dan salam – di akhirat dalam surga khuldi dan berilah aku nikmat dengan memandang ‘wajah’-Mu yang mulia.”

Menurut Syekh Abu Bakar Syatha, Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Adam bahwa apabila anak-cucunya berdoa seperti ini maka segala kesulitan akan diringankan, rezekinya dicukupi, dan semua kebutuhan duniawinya diberikan walaupun dia tidak mengharapkan.

Adab dalam Berdoa Agar Cepat Dikabulkan Allah SWT

Adab dalam Berdoa Agar Cepat Dikabulkan Allah SWT
image by: liputan6.com

Doa adalah senjata bagi orang-orang yang bariman. Bahkan Allah sendiri memerintahkan kepada hambanya untuk berdoa kepada-Nya.

Akan tetapi, dalam berdoa juga memiliki adab-adab tertentu yang harus dilakukan sebagai seorang hamba. Apa saja adab tersebut? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Awali dengan Memuji Ta’ala

Langkah pertama sebelum berdoa adalah harus mengawali dengan memuji kebesaran Allah SWT dengan berbagai pujian yang layak bagi-Nya.

Setelah memuji Allah SWT, kemudian bershalawatlah untuk Nabi Muhammad SAW. Setelah melakukan kedua hal tersebut, barulah mulai berdoa dan sampaikan permintaan yang diinginkan.

2. Memilih Waktu yang Mustajab

Agar doa yang kita panjatkan dapat segera dikabulkan oleh Allah SWT, kita bisa mengusahakan untuk berdoa di waktu-waktu yang mustajab.

Beberapa waktu yang diketahui mustajab untuk berdoa adalah di bulan Ramadhan, di hari Jumat, sepertiga malam terakhir, hingga hari Arafah.

3. Menghadap ke Arah Kiblat

Selain itu, selama berdoa sebaiknya kita menghadap ke arah kiblat. Hal ini sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, di mana ia berdoa dengan menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan mengusap wajah sesudah berdoa.

4. Berdoa dengan suara Lemah Lembut

Saat berdoa, kita sebaiknya tidak menggunakan suara yang terlalu keras, namun juga tidak terlalu rendah. Sehingga sebaiknya kita mencari jalan tengah di antara keduanya, yakni dengan menggunakan suara yang lemah lembut.

5. Yakin Akan Dikabulkan

Dalam berdoa, kita juga harus yakin bahwa Allah SWT mendengar doa tersebut dan akan mengabulkannya dengan memberikan hasil yang terbaik dan di waktu yang tepat.

Karena Allah SWT adalah sesuai dengan prasangka hambanya, sehingga saat berdoa kita perlu menyertakan prasangka yang baik bahwa doa tersebut akan dikabulkan.

6. Berdoa dengan Penuh Harap dan Takut

Saat memanjtakan doa, tentunya kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh, penuh harap dan rasa takut.

Dalam surat Al Anbiya ayat 90, Allah berfirman bahwa Dia menyukai hamba-Nya yang berdoa dengan penuh harap dan rasa takut akan dosa-dosa yang dimiliki.

7. Menjauhi Harta dan Makanan Haram

Salah satu hal penting jika ingin doa cepat terkabul adalah dengan memastikan kita tidak menikmati harta dan makanan yang haram.

Hal itu karena harta dan makanan yang haram adalah dua hal yang dapat menghalangi terkabulnya suatu doa.